f CERITA18TERBARU | CERITA BOKEP | CERITA SEX | CERITA DEWASA | CERITA BUGIL | CERITA NGENTOT
Tampilkan postingan dengan label Bandarq Terbaik Di Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandarq Terbaik Di Asia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2020

Dapat Service Memek Dari Pramugari Seksi

 CERITA DEWASA - Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura, Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk sering keluar negeri bertemu dengan klien.

Suatu waktu, aku harus terbang ke Amerika. Dan perjalanan selama 15 jam dari Singapura direct ke Amerika sangatlah panjang dan membosankan. Aku sudah menonton tiga film, makan dua kali dan masih ada sisa 7 jam perjalanan.

Karena aku duduk di bussiness class di upper deck, aku bisa leluasa turun ke lower deck. Karena dua-duanya adalah zone Bussiness Class. Sekitar lima menit, aku melihat pemandangan awan dari jendela kecil.

” Excuse me, sir… ” sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku.

 ” Are you from upper deck? ” Aku mengangguk,

 ” Yeah… why? ” aku mengintip name tag di dadanya.

Rita Sastri… wah nama indonesia nih ! ” I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time… ” jawabnya dengan sopan. 

” Dari Indonesia ya kamu? ” todongku.

” Lho… iya ! Bapak dari Indo juga? ” tanya lagi. 

” Uh kok Bapak sih… belum juga tua, kok dipanggil Bapak… panggil nama aja… aku Boy… ” ” 

Baca Juga : Winda Gadis Manis Yang Enak Di Entot

“Oh… saya Rita… Bapak eh… kamu mau ke Amerika ya? ” kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit.

Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

” Yah… aku ditinggal sendiri deh, hehe… ” katanya setelah temannya pergi. ” Lho, kenapa? ” ” Jam istirahat… tadi aku uda istirahat 3 jam… dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berdua-berdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh… ” ” Oh… gitu… ya… gapapa deh… aku temani… aku bosen banget dari tadi di atas… sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi… ”

Rita tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. ” Kamu beneran nih belum punya cowok?” tanyaku iseng. 

” Lagi ga ada… soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion… ”

Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita.

” Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini… hihi… habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya… mungkin aku terlalu jelek ya… ” katanya menerawang.

” Gak, kok… kamu cantik banget… dan… ” aku menatap matanya, 

” seksi… bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu… ” tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine. ” Masa? Kamu boong ya… Boy… aku kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh… ” Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga… ” Kalau kamu kasi aku lihat, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak… ” tantangku.

Rita tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ,” Beneran nih? ” ” Sumpah… ” Lalu Rita memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin.

Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. ” Rita… kamu seksi banget… ” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Rita membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Rita mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. ” God, u re so sexy, baby… ” bisikku di telinganya.



Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Rita mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Rita mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kont*lku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Rita ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati mem*knya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam Ritangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya. ” Ahhh… ahhh… I’m gonna come… Arghhhh… uhhh… yes… yes… baby… ” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Rita benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kont*lku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Rita melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kont*lku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Rita tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh… gitu Boy… gigit seperti itu… I feel sexy… ” Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Rita makin terangsang. kont*lku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit… ” gila… mem*k lo kok menyempit gini, sih Rita… Oh… gila… ” Ia tersenyum senang. Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kont*lku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Rita merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.

” Ah Boy… You’re so… soo… Ohh… i am gonna come… i m gonna come… again… Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh… ” Rita orgasme untuk kedua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kont*lku dari mem*knya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Rita tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kont*lku ke mem*knya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah.

Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. ” yeah… I am your bitch… fu*k me real hard… please… ” SahabatPoker

Buset… ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kont*lku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Rita naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan kata-kata kasar. kont*lku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. ” Ah… baby… yeah… oh yeah… ” kont*lku terasa makin becek oleh cairan mem*knya.

“Rita… aku juga mau keluar nih… ” ” oh tahan dulu… kasih aku… kont*lmu… tahan!!!!” Rita langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kont*lku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan. Rita menyedot kont*lku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kont*lku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kont*lku dengan gerakan makin pelan.

Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Rita berlutut dan menjilati seluruh kont*lku dengan rakus. ” Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ?” bisiknya dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini… !!

Setelah Rita menjilat bersih kont*lku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu toilet. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.



” Baiklah, Pak Boy… saya harus siap-siap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? ” godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas.

Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di Amerika, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Rita sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke Amerika, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini. Kalau aku ke kota dimana dia tinggal.

Jumat, 10 Juli 2020

Linda Yang Diperkosa Bergilir Di Hutan

Cerita Dewasa - Warung yang menjual minuman keras itu , terletak jauh dari keramaian di pinggir kota, Warung itu selalu buka dan hampir tak pernah tutup. Hampir seluruh pengunjungnya adalah laki-laki pemabuk, preman, bandit , rampok , pembuat onar. Tempat itu menjadi sarang penjahat .

Sejumlah preman terlihat sedang asik minum-minum. Empat dari mereka bermain kartu remi yang sudah lusuh . dan yang lima lainnya sedang berbicara dengan Supandi. Mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota


Setelah berbicara cukup lama , Supandi menyalakan Rokoknya , lalu berjalan ke luar warung . Matanya menerawang jauh , menatap jalan kecil yang mulai gelap itu . Sampai matanya agak memicing , karena silau , tersorot lampu mobil .

Daihaitsu Xenia itu tepat berhenti di samping Supandi . Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka , dan terlihat sosok gadis muda . “ malam pak , numpang tanya , perumahan cemara indah , dimana pak..” suara gadis itu begitu lembut , membuat birahi Supandi jadi bangkit .

Supandi menatap gadis itu , dia tersenyum , di otaknya mencari cara , untuk memperdaya gadis itu .

“ sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus , tapi jalan di depan ada galian kabel , jadi harus muter , terus lewat gang kecil di sebelah sana..” kata ronny membohonginya .

“ Oh , lewat jalan gang .. yang mana yah pak..” kata gadis itu lagi . “ wah jalannya sempit dan rusak , terus agak belok belok..” kata Supandi lagi .

Gadis itu diam , sepertinya binggung . “ begini saja , biar saya antar , saya naik motor , nanti kamu ikuti motor saya ..” kata Supandi .

Gadis itu tersenyum , “ wah , terima kasih , jadi repotin bapak saja nih..” .

Supandi tersenyum , jantungnya berdetak lebih cepat , rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya . Supandi tersenyum lagi lalu berkata “ tidak apa apa koq , tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana .. kamu tunggu saja sebentar..” .

Supandi berencana , untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu .

Tapi di luar dugaan Supandi , gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu. “ eh pak , saya juga agak haus .. saya ingin minum juga..” katanya .

Itu langkah yang salah , gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana

Supandi tersenyum sekali lagi , dan menatap gadis itu . Yang berpakaian seksi dan sensual. Dia mengenakan gaun pesta . Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya agak terlihat .

Buah dada gadis itu tidak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun ia tidak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun pesta itu.

Panjang gaun malam itu hanya sampai sepuluh senti di atas lutut , membuat kakinya yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus. Karena ketatnya gaun yang ia pakai, gadis itu berjalan perlahan, masuk ke dalam warung itu. Rambutnya yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya.

Setelah gadis itu berada di dalam warung itu , Dia tidak yakin apakah memang tempat ini yang baik , setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Ia sendiri harus bertanya beberapa kali kenapa bisa sampai ke tempat ini.

Gadis itu mulai grogi , dia terus dekat Supandi yang asik melahap mie instan rebus , lalu memutuskan untuk memesan coca-cola dan sambil berdiri menunggu sebentar.

Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi .Gadis itu sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Linda (Nama gadis tersebut) beradu pandang dengan mereka. Tak lama , suasana semakin memanas .

“ pak , ayo tolong antarkan saya.” kata gadis itu pada Supandi . Supandi tersenyum “ sabar yah , oh iyah nama kamu siapa sih ” . Gadis itu tak menjawab . Tapi Supandi bertanya lagi “ eh , nama kamu siapa ?” . “ Linda “ jawabnya singkat.

“ Oh nama loe bagus juga , “ kata Supandi . Linda berkata lagi “ ayo pak , nanti saya bayar ongkosnya , tolong bapak antar saya sekarang “ .

Supandi tersenyum sinis , lalu tangannya hinggap di pantat Linda dan merabanya . Gadis itu tersendak “ eh.. jangan kurang ajar yah..” katanya . Supandi tersenyum menyeringai “ he he he baru gitu aja eleo udah marah , gimana kalo gua entot loe..” .

Nada bicara Supandi berubah , yang tadinya lembut ,sekarang jadi kasar . Linda menyadarinya , ini tidak baik . Segera dia menuju ke pintu , untuk pergi dari sana . Tapi terlambat , dua orang bandit berada di depan pintu . Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka .

“Hei Non, gimana kalo loe buka baju elo , jadi kita bisa senang senang!” seseorang dari mereka berkata. “Gimana kalo kita nyanyi sama-sama , sambil telanjang Non?” yang lain menimpali.

Linda mulai panik , “ minggir , saya mau pergi ..” katanya .

Tapi seseorang segera mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahunya serta mendorongnya duduk di kursi sementara preman itu sendiri duduk di sebelah Linda. “ Hei , apa apa nih..” kata Linda

Kemudian tanpa aba aba , preman itu menjilat dan mencium telinga Linda .Linda berontak , dan menjerit “ apa apa nih , bajingan… “ . Lalu tangan Linda reflek menampar pipi preman itu . Teman temannya yang lain tertawa tawa .

Tiba tiba , preman itu mencabut belatinya , dan menancap belati itu di kursi kayu yang di duduki Linda , tepat di antar kedua paha Linda . Untungnya belati itu tak sampai melukai pahanya .

Linda hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya .

Ketika Linda tidak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Linda, merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Linda. “ Hei , apa apa nih tolong , jangan “ . Linda meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan.

“ Hei , jangan gangu dia , dia milik gua..” bentak Supandi . Dan preman itu melepaskan tangannya .

Supandi segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Linda yang terus berusaha meronta dan menjerit, “ Tolong.. tolong… lepaskan… jangan…” dari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata “ yah terus menjerit .. gua suka dengar suara jeritan eleo…”

Wajah Linda memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya.

Tapi dua dari preman itu segera menarik tangannya , dan membawanya ke meja kayu , yang biasa dipakai buat makan . Linda terus meronta . Tangan preman itu menjambak rambutnya . Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Linda di meja kayu itu .

Kemudian kedua tangannya di ikat pada kaki meja . Kini tangan Linda , terikat terbuka , satu ke kiri dan satu kekanan . Kini Linda terbaring tak berdaya , dengan tangan terikat seperti di salib . Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah . Juga jerit tangisnya yang memilu .

“ Yah , terus berontak , gua suka sekali melihatnya..” kata Supandi tertawa . Linda terus berontak , dan menangis memohon dilepaskan . Tapi Supandi hanya tertawa . “ eh , elo orang minggir , liatin gua aja yah , cewek ini punya gua..” kata Supandi pada teman temannya.

Teman temannya hanya tertawa tawa .

Lalu Supandi segera merobek gaun Linda , dengan bantuan belatinya . Sekali tarik gaun itu lepas seluruhnya di sertai jeritan Linda .

Semua mata langsung tertuju pada tubuh Linda yang hanya memakai celana dalam hitam , dan juga bra yang hitam .

Supandi merangkak naik keatas meja . Tapi Linda segera menedangnya . Supandi cepat tanggap ,menangkis tendangannya , lalu memukul keras perutnya , Linda menjerit kesakitan “ aduh , ampun jangan pukul…” .

Supandi pun turun lagi , dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu . Kini Linda benar benar tak berkutik . Dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar. “ Ha ha cewek sialan loe , ayo berontak lagi..” kata Supandi.

Linda hanya bisa menitikan air mata . Dan Supandi pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Linda , menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Linda mengelijing dan memohon “ tolong hentikan jangan lakukan ini…” . Tapi itu sia sia saja .

Supandi terus saja menciumi celana dalamnya , dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Linda . Kini tubuh Linda terbuka , tanpa sehelai benang pun . Supandi menatap tubuh telanjang gadis itu , demikian juga preman preman bejat lainnya.

Buah dada Linda yang montok , vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Supandi segera mendekat ke vaginanya . Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Linda .” wah , memek elo masih bagus yah , apa eloe masih perawan..” kata Supandi.

Linda tak menjawab , hanya terisak tangis . Supandi pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya . Linda mengelijing dan meronta “ sudah tolong hentikan ” . Supandi terus saja bernafsu melumat vagina Linda . Membuat Linda terus mengelijing .


“ aghhh “ jerit Linda , ketika Supandi memasukan dua jarinya ke liang wanita Linda . Jari Supandi menyolok nyolok vagina Linda dengan cepat . Jerit kesakita Linda , malah semakin membuat gerakkan jari Supandi Liar . Supandi mengorek ngorek liang vagina Linda . Lalu menarik jarinya keluar.

Supandi mencabut jarinya , menatap jarinya yang basah , menyeringai , lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya . “ rupanya , elo udah gak perawan yah.. dasar perek ” ejek Supandi .

Kembali jarinya menyodok nyodok vagina Linda , membuat Linda mengeram pedih.

Setelah Supandi puas memainkan vaginanya , Supandi melepaskan ikatan Linda dan langsung menariknya turun dari meja kayu itu .Linda tersungkur di lantai , dan Supandi membuka celananya . Penis ngacung keras.

Tiba-tiba, Supandi menjambak rambut Linda dan menariknya , Linda menjerit kesakitan “ ahhhh , tolong ampun…” .

Supandi memerintahkan Linda untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Linda .

Supandi memajukan penisnya mendekati muka Linda , penisnya yang sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Linda untuk membuat Linda membuka mulutnya. Linda meronta , tapi Kembali Linda menjerit keras , “ Ahhhh … “ ketika satu pukulan tepat di mukanya

Ketika Linda kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Supandi segera mendorong penisnya ke dalam mulut Linda. dan mulai mendorong dan menarik kepala Linda.

Kepala Linda bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus. Lipstik Linda yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Linda tersedak, tapi Supandi tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Linda.

Air mata mulai meleleh di pipinya . Sambil Linda dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Supandi kemudian menarik penisnya keluar , lalu mendorong lagi.

Setelah kira kira 10 menit , Supandi menekan masuk penisnya . Linda tersedak , dan terasa sperma Supandi muncrat di tenggorokkannya . Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya , Linda segerah memuntahkan sperma yang memenuhi mulutnya.

Seorang dengan perut buncit , tangannya penuh tatto segera menghapiri Linda. Membuka resleting celananya , Tangannya kemudian menjambak rambut Linda dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut Linda mengantikan Supandi

Menggerakan penisnya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Linda. Semua orang dapat mendengar suara dahi Linda yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Linda yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem ia mendorong kepala Linda hingga hidung Linda terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa bisa menarik nafas. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Linda.

Dan dari sudut mulut Linda sperma menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Linda. Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Linda .Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Linda, Linda megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya.

Dua orang kemudian memegangi Linda sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Linda sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia mengalami shock.

Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Linda diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Linda terbuka lebar dan tubuhnya telentang.

Supandi kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Linda. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Supandi yang panjangnya hingga 15 senti dan selalu ia yang mendapat kesempatan pertama. Supandi memerintahkan orang di dekat kepala Linda untuk mengangkat kepala Linda hingga Linda bisa melihat ketika penis Supandi mulai masuk ke vagina Linda.

Orang yang memegangi kaki Linda berusaha membuka kaki Linda lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Supandi dengan keras memasuki vagina Linda. Linda menjerit sekeras-kerasnya, “ AaHHHGG . . .” dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Supandi memperkosa dirinya. Supandi sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Linda. Ia menyeringai setiap kali Linda menjerit kesakitan.

Ketika Supandi sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Linda dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Linda.

Mereka mulai dengan memainkan buah dada Linda dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya. Linda terus menjerit , pilu “ ahhhggg ampun Ahhhh hentikan tolong….” .

Kaki Linda diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Linda.

Beberapa menit kemudian jeritan Linda hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Supandi tetap memperkosa Linda tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Supandi menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Linda, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga.

Kepala Linda terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Linda “ AGHHHH………”. Supandi mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Linda. Setelah Supandi mencabut penis , spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Linda yang membengkak dan memar.

Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Linda dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya.

Linda hanya bisa berbaring , menangis , tubuhnya menjejang kesakitan . kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa , dilecehkan, harga dirinya di injak injak .

“Eh perek , kenapa nangis , Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri , semua mau cobain memek elo kita baru aja mulai!” katanya pada Linda.

Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Supandi turun. Sekarang, Linda dapat merasakan bagaimana bibir vagina-nya perlahan membuka kembali dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Linda, ketika ia merasa tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk. Linda mengerang lagi “ aghhh sakit…”

“Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak orang itu.

Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Linda akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Linda hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai.

Sekarang Linda hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorang pun yang tahu apa yang telah ia alami.

Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Linda yang sudah terisi oleh sperma Supandi. Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Linda.

Linda tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Linda lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya.” Sudah tolong lah Ahhh saya , sudah tak kuat , ahhh sakit…” .

Tapi Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Linda keras-keras hingga Linda menjerit kesakitan. “ AHHGGG sakit hentikan tolong…” . Dan menarik puting susunya dengan kuat “ AGHH sakit ampunnn…”

“Jangan berisik! Lo belom ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!” bentaknya pada Linda.

Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Linda. Linda sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya.

Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Linda. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Linda membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Linda. Sehingga seluruh sperma itu keluar menyembur dari penis itu.

Ketika orang itu puas ia menarik rambut Linda dan menamparkan penisnya ke wajah Linda. “satu-satunya yang boleh loe mohon cuma ini tau? Loe sendiri yang masuk ke sini pake pakaian merangsang kayak perek , dan loe mohon kita berhenti? Lo bercanda apa? Lo musti ngelayanin kita sampe kita nggak bisa bangun lagi! Ngerti” Orang itu membentak Linda.

Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Linda sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Linda, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Linda kemudian menarik rambut Linda untuk membersihkan penis mereka.

Dan ketika orang yang terakhir selesai Linda berbaring hampir tak sadarkan diri.

Wajah, buah dada, dan puting susu Linda seluruhnya dilumuri sperma. Sperma itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Linda. Linda tidak bisa membuka matanya karena semuanya tertutup oleh sperma. Linda harus bernafas melalui mulutnya karena sperma sudah masuk ke hidungnya.

Rambut Linda yang kecoklatan terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering di rambutnya. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Linda hanya berbaring di atas meja , kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya.

Vagina Linda tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti.

Dua orang menarik tubuh Linda turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Linda dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Linda melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan.

Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Linda didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.

Linda merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Linda membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya.

Orang itu adalah si Supandi, dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Linda kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Linda diturunkan mengarah ke penis Supandi. Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Linda.

Dan Linda sendiri hanya mengerang, merasakan kembali sakit “ Ahggg Aghh perih tolong hentikan sudahh..”

Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Linda dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Linda dan berhenti tak bergerak.

Selanjutnya Linda merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Linda panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Linda membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya.

“Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!” kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Linda sambil tersenyum.

Ia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Linda yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Linda, kembali menyengat seluruh tubuhnya.

Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tidak pernah dirasakan Linda sebelumnya. Pikiran Linda menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk.

Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Linda seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.


Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Linda hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Linda, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan.

Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik tangan Linda, melingkarkan jari-jari Linda di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Linda, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka.

Sekarang Linda sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Linda untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Linda sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Linda.

Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai bisa ditekan oleh Linda. Linda terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Orang di anus Linda lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan sperma orang yang pertama, ia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Linda. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Linda tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu.

Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Linda berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak.

Ia mendorong penisnya dalam-dalam dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Linda. Linda kemudian merasakan getaran dari tubuh Supandi di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Supandi tadi.

Orang-orang tadi bergantian memperkosa Linda di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Linda.

Ketika Linda melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Linda, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya.

Penis lain kembali masuk ke vagina Linda. Linda kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan, “ aghhh aghh aghh…” . yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika ia membuka matanya lagi, Linda melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya.

Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.

Sepanjang malam Linda terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali. Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Linda, tubuh Linda tersungkur , terkapar tak berdaya .Linda lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Linda tak sadarkan diri.

Senin, 09 Desember 2019

Cerita Dewasa Setubuhi Tante Yang Sedang Tertidur

CERITA DEWASA - Sebut saja nama ku Rircard. Umurku 25 tahun Cerita ini berawal ketika Kulihat tante tidur tidak berselimut, karena meskipun kamar tante menggunakan AC, namun terlihat AC-nya ditata supaya tidaklah terlalu dingin. Sahabatpoker Tempat tidur tante telentang serta tante cuma menggunakan pakaian daster merah muda yang tipis.

Dasternya telah terangkat hingga sampai diatas perut, hingga tampak CD mini yang dikenakannya berwarna putih tipis, hingga tampak belahan kemaluan tante yang tertutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan.

Buah dada tante yang tidaklah terlalu besar namun padat itu tampak samar-samar dibalik dasternya yang tipis, naik turun secara teratur. Meskipun dalam tempat telentang, namun buah dada tante tampak mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil. Lihat panorama yang menggairahkan itu saya betul-betul terangsang hebat.



BandarQ Terbaik Di Asia Secara cepat kemaluanku secara langsung bereaksi jadi keras serta berdiri dengan gagahnya, siap tempur. Perlahan kuberjongkok di samping tempat tidur serta tanganku dengan cara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan tante yang mungil itu yang masih tetap tertutupi dengan CD.

Perlahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan tante dan sisi paha atasnya yang betul-betul licin putih mulus serta sangatlah merangsang. Tampak tante agak bergeliat serta mulutnya agak tersenyum, mungkin saja tante tengah mimpi, tengah becinta dengan paman. Saya lakukan kegiatanku dengan hati-hati takut tante terbangun.

Perlahan kulihat sisi CD tante yang menutupi kemaluannya mulai tampak basah, rupanya tante telah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar nada mendesis perlahan-lahan serta badannya menggeliat-geliat perlahan. Saya semakin tersangsang lihat panorama itu. Secepatnya kubuka semuanya pakaian serta CD-ku, hingga saat ini saya bertelanjang bulat. Penisku yang 19 cm itu sudah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa.

Serta saya membelai-belai buah dadanya, dia masih tertidur saja. Saya tahu jika puting serta klitoris tanteku tempat sangat senang dicumbui, saya tahu hal itu dari film-film tanteku. tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Lalu perlahan saya menggunting CD mini tante dengan gunting yang ada disamping tempat tidur tante. Saat ini kemaluan tante terpampang dengan jelas tanpa penutup lagi.

Perlahan ke-2 kaki tante kutarik melebar, hingga ke-2 pahanya terpentang. Dengan hati-hati saya naik ke atas tempat tidur serta bercongkok diatas tante. Ke-2 lututku melebar di samping pinggul tante serta kuatur demikian rupa agar tidak menyentuh pinggul tante. Tangan kananku mendesak pada kasur tempat tidur, pas di samping tangan tante, hingga saat ini saya ada dalam tempat 1/2 merangkak diatas tante. Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan kepala penisku kuletakkan pada belahan tanter kemaluan tante yang sudah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada tanter kemaluan tante.

Terdengar nada erangan perlahan-lahan dari mulut tante serta badannya agak mengeliat, namun matanya masih tertutup. Pada akhirnya kutekan perlahan kepala kemaluanku membelah tanter kemaluan tante. Saat ini kepala kemaluanku terjepit diantara tanter kemaluan tante. Dari mulut tante masih terdengar nada mendesis perlahan-lahan, walau demikian badannya terlihat mulai gelisah. Saya tidak ingin ambil kemungkinan, sebelum saat tante sadar, saya harusnya menaklukan kemaluan tante dengan tempatkan tempat penisku didalam lubang vagina tante.

Karenanya selekasnya kupastikan letak penisku supaya tegak lurus pada kemaluan tante. Dengan pertolongan tangan kiriku yang selalu menuntun penisku, kutekan perlahan namun tentu pinggulku ke bawah, hingga kepala penisku mulai menerobos ke lubang kemaluan tante. Terlihat sesaat ke-2 paha tante bergerak melebar, seolah-olah menyimpan tekanan penisku ke lubang kemaluanku.

Badannya mendadak bergetar menggeliat serta ke-2 matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang tengah bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seolah-olah siap untuk berteriak. Secara cepat tangan kiriku yang tengah memegang penisku kulepaskan serta cepat-cepat kudekap mulut tante supaya janganlah berteriak.

Karena gerakanku yang mendadak itu, tempat berat badanku tidak bisa kujaga lagi, mengakibatkan semua berat pantatku secara langsung mendesak ke bawah, hingga tidak bisa dihindari lagi penisku menerobos masuk ke lubang kemaluan tante secara cepat. Tubuh tante tersentak ke atas serta ke-2 pahanya berusaha untuk dirapatkan, sedang ke-2 tangannya automatis menggerakkan ke atas, menampik dadaku. Dari mulutnya keluar nada jeritan, namun tertahan oleh bekapan tangan kiriku. ”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..! ” desahnya tidak jelas.

BandarQ Terbaik Di Asia Lalu badannya mengeliat-geliat dengan hebat, terlihat tante sangatlah kaget serta mungkin saja juga kesakitan disebabkan penisku yang besar menerobos masuk ke kemaluannya dengan mendadak. Walau tante merontak-rontak, walau demikian sisi pinggulnya tidak bisa berubah karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat.

Karena beberapa gerakan tante dengan ke-2 kaki tante yang meronta-ronta itu, penisku yang sudah tenggelam didalam vagina tante merasa dipelintir-pelintir serta seolah-olah dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina tante. Perihal ini menyebabkan kesenangan yang sulit dilukiskan. Karena telah kepalang tanggung, jadi tangan kananku yang semula bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Saat ini semua badanku mendesak dengan rapat ke atas tubuh tante, kepalaku kuletakkan di samping kepala tante sembari berbisik kekuping tante.

“Tan.., tan.., ini saya Ricard. Tenang Tan.., sshheett.., shhett..! ” bisikku.

Tante masih tetap coba melepas diri, namun tidak kuasa karena badannya yang mungil itu teperangkap dibawah tubuhku. Sembari masih mendekap mulut tante, saya menjilat-jilat kuping tante serta pinggulku dengan cara perlahan mulai kugerakkan naik turun secara teratur. Perlahan tubuh tante yang semula tegang mulai melemah. Kubisikan lagi ke kuping tante,

“Tan.., tanganku akan kulepaskan dari mulut tante, asal tante janji janganlah berteriak yaa..? ”Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut tante. Lalu tante berkata,

“Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu sudah memperkosa tante..! ”Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, cuma pergerakan pinggulku semakin kupercepat serta tanganku mulai memijit-mijit buah dada tante, terpenting di bagian putingnya yang sangatlah mengeras. Rupanya walau muka tante masih tetap tunjukkan perasaan marah, walau demikian reaksi badannya tidak bisa sembunyikan perasaannya yang telah mulai terangsang itu.

Lihat kondisi tante ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi. Pada akhirnya dari mulut tante terdengar nada, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..! ”Dengan masih tetap meneruskan pergerakan pinggulku, perlahan ke-2 tanganku bertumpu pada tempat tidur, hingga saya saat ini dalam tempat 1/2 bangun, seperti orang yang tengah lakukan push-up. Dalam tempat ini, penisku menghujam kemaluan tante dengan bebas, lakukan serangan-serangan secara langsung ke lubang kemaluan tante.


Kepalaku pas ada diatas kepala tante yang tergolek diatas kasur. Ke-2 mataku memandang ke bawah ke mata tante yang tengah meram melek dengan sayu. Dari mulutnya masih terdengar nada mendesis-desis. Selang sesaat sesudah terasa tentu jika tante sudah bisa kutaklukan, saya berhenti dengan kegiatanku. Sesudah mencabut penisku dari dalam kemaluan tante, saya berbaring 1/2 tidur di samping tante.

Samping tanganku mengelus-elus buah dada tante terpenting di bagian putingnya.

“Eehh.., Ric.., mengapa kamu lakukan ini pada tantemu..! ” tuturnya. Sebelum saat menjawab saya menarik tubuh tante menghadapku serta memeluk tubuh mungilnya dengan hati-hati, namun lengket ketat ke tubuh.

Tan.. sebetulnya saya sangat sayang sekali sama tante, tante sangatlah cantik dan ayu..! ”Sambil berkata itu kucium lagi bibirnya sekilas serta meneruskan perkataanku, “Setiap kali aku melihat tante bermesraan dengan Paman, BandarQ Terbaik Di Asia saya kok merasa sangat cemburu, seolah-olah tante adalah milikku, jadi tante janganlah marah yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak dapat menahan diri ingin memiliki tante sepenuhnya. ”

Setelah lama berciuman saya hentikan ciumanku serta saya  berbaring telentang di samping tante, hingga tante bisa lihat seluruh badanku yang telanjang itu. ”Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu penyebabnya yang tadi tante terasa sangat penuh pada tubuh tante. ” tuturnya, mungkin saja punyaku semakin besar dari punya paman. saya mulai memeluknya kembali serta mulai menciumnya.

Ciumanku dari mulai mulutnya turun ke leher serta selalu ke-2 buah dadanya yang tidaklah terlalu besar namun padat itu. Di bagian ini mulutku melumat-lumat serta menghisap-hisap ke-2 buah dadanya, terpenting pada ke-2 ujung putingnya berganti-ganti, kiri serta kanan. Sesaat aksiku tengah berjalan, tubuh tante menggeliat-geliat kesenangan. Dari mulutnya terdengar nada mendesis-desis tidak hentinya.

Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar serta mulus. Maklum, tante belum pernah melahirkan. Bermain-main sesaat di sini lalu turun semakin ke bawah, menuju tujuan paling utama yang terdapat pada lembah diantara ke-2 paha yang putih mulus itu. Di bagian kemaluan tante, mulutku secara cepat melekat ketat pada  bibir kemaluannya serta lidahku bermain-main ke lubang vaginanya.

Mencari serta pada akhirnya menyapu juga menjilat gundukan daging kecil di bagian atas lubang kemaluannya. Setelah merasa tubuh tante bergetar dengan hebat serta ke-2 tangannya mencengkeram , mendesak ke bawah dibarengi ke-2 pahanya yang menegang dengan kuat.

Yang dirasakan panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..! ”Sambil masih tetap selalu dengan kegiatanku itu, perlahan kutempatkan tempat tubuh hingga sisi pinggulku sejajar dengan kepala tante serta dengan 1/2 berjongkok. Tempat batang kemaluanku persis dimuka tante. Rupanya tante tahu akan keinginanku itu, karena batang kemaluanku dipegang oleh tante serta ditarik ke bawah. Sekarang kepala penis menerobos masuk ke mulutnya.

Ketika ujung lidah tante mulai bermain-main di sekitar kepala penisku, ada perasaan nikmat yang menyebar dari bawah dan terasa ke seluru tubuhku, hingga tidak terasa keluar erangan nikmat dari mulutku. Dengan posisi 69 ini kami bercumbu, sama-sama saling melumat seolah-olah berlomba ingin memberi kenikmatan.

Setelah puas saya hentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping tante. dengan posisi telentang saya menarik tubuh tante ke atasku, hingga tubuh tante tidur telungkup di atasku. Tubuh tante dengan perlahan kudorong agak ke bawah serta ke-2 paha tante kupentangkan.

Ke-2 lututku serta pantatku agak kunaikkan ke atas, dengan penisku yang panjang dan masih tetap tegang langsung terjepit diantara ke-2 bibir kemaluan tante. Dengan satu hentakan tanganku pada pantat tante dan sentakan ke atas pantatku, penisku langsung menerobos masuk ke lubang kemaluan tante. Amblas semuanya batangku. ”Aahh..! ” terdengar desahan kenikmatan yang keluar dari mulut tante. Saya secepatnya menggoyang pinggulku dengan cepat karena terlihat jika tante  ingin klimaks.

Tante lebih semangat dan mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat mukanya yang cantik, matanya 1/2 terpejam serta rambutnya yang panjang tergerai, tengah ke-2 buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku. Waktu kulihat pada cermin besar di lemari, terlihat pinggul tante yang tengah berayun-ayun di atasku. Batang penisku yang besar sesaat tampak hilang ketika tante bergerak naik turun di atasku. Perihal ini membuatku jadi semakin terangsang.

Mendadak aku merasakan ada tekanan dari dalam penisku yang mencari jalan keluar, ada perasaan nikmat pada tubuhku. Lalu air maniku tanpa bisa ditahan keluar di lubang vagina tante, dan tante juga merasakan klimaks nya

Ke-2 tangannya mendekap badanku dengan keras. Ketika kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Pada akhirnya tante tertelungkup diatas badanku dengan lemas dan dari mulut tante tampak senyuman senang. ”Riic.., terima kasih Ric. Kau sudah memberi tante kenikmatan sejati..! ”Setelah beristirahat, lalu kami berbarengan ke kamar mandi serta sama-sama bersihkan diri.

Sesaat mandi, kami berpelukan serta berciuman dibarengi ke-2 tangan kami yang sama-sama mengelus-elus serta memijit-mijit keduanya, hingga cepat nafsu kami bangkit lagi. Dengan 1/2 menuntun tubuh tante yang mungil itu serta ke-2 tangan tante menggelantung pada leherku,

ke-2 kaki tante kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku serta dengan tempatkan satu tangan pada pantat tante serta mendesak, penisku yang telah tegang lagi menerobos ke lubang kemaluan tante. ”Aaughh.. oohh.. oohh..! ” terdengar rintihan tante sesaat saya menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sembari mendesak ke atas. Dalam tempat ini, di mana berat tubuh tante seutuhnya tertumpu pada kemaluannya yang tengah terganjel oleh penisku, jadi secara cepat tante sampai klimaks.

“Aaduhh.. Riic.. tannteee.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..! ” dengan yang dirasakan panjang dibarengi badannya yang mengejang, tante sampai orgasme, serta selang sesaat terkulai lemas dalam gendonganku. Dengan penisku masih tetap ada didalam lubang kemaluan tante, saya selalu membopongnya. Saya membawa tante ke tempat tidur.



Dalam kondisi badan yang masih tetap basah kugenjot tante yang sudah lemas dengan sangatlah bernafsu, hingga sampai saya orgasme sembari mendesak kuat-kuat pantatku. Kupeluk tubuh tante erat-erat sembari rasakan airmaniku menyemprot-nyemprot, tumpah dengan deras ke lubang kemaluan tante, isi seluruh relung-relung di dalamnya BandarQ Terbaik Di Asia.

Senin, 18 November 2019

Cerita Dewasa Birahi Tinggi Majikan Dan Pembantu Nya

CERITA DEWASA - Kejadian ini berlangsung sekitar 3 tahun lalu ketika saya berumur 24 th. Saat itu saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya Sahabatpoker. Saya berkenalan via internet dengan seorang janda  berumur 36th bernama bernama Susan, dia mempunyai 2 orang anak berumur 5 dan 9 th.

Mulanya saya hanya tertarik karena orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol dan cukup bisa mengikuti gaya anak muda alias lumayan ‘gaul’ lah. Hampir setiap malam dia telepon ke rumah saya. Sampai kadang anak-anaknya ikutan bercanda lewat telepon.

Suatu saat Susan akan ada tugas dari kantornya ke Surabaya dia menelepon minta dijemput di Airport katanya, wah asyik nih aku bisa ketemu sekalian bisa ngobrol dan bercanda.

Sahabatpoker Agen Domino99, Poker Online, Bandarq Terbaik Di Asia

Pada saat hari H dia telpon saya lagi dia bilang dia pake baju warna pink dan celana panjang hitam. Hmm sesampainya di airport aku bingung sekali waktu aku lihat-lihat di kedatangan airport yang pakai baju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kira-kira masih sekitar umur 30 th menurutku.

Sahabatpoker Agen Domino99, Poker Online, Bandarq Terbaik Di Asia


Aku beranikan diri untuk menyapa,
“Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Susan?” dengan senyum yang manis dia langsung merespons,
“Apakabar Toni”.

Saya langsung bengong karena melihat tampangnya yang masih cantik dengan badan langsing tapi gemuk pada bagian yang penting tentunya. Tiba-tiba Susan langsung mencium pipiku..
“Mmmuuaachh jangan pake ibu segala ya.. Panggil Susan aja!”.

Wah-wah saya langsung rada horny.. He.. he..he.. Seharian saya antar dia keliling ke kantor klien-kliennya, setelah jam kerja usai, kita makan malam dan saya antar lagi dia ke airport.

Di perjalanan tiba-tiba dia minta berhenti di pinggir jalan. Saya tanya,
“Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara dia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi.

Baca Juga : Cerita Dewasa Nafsu Birahi Kakak Iparku Yuni

Sambil mengelus-elus batangku dia bergumam,

“Hmm mantap juga batang kamu ini”
Ukuran penisku tidak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tapi menurut Susan, “helm proyek”-nya ini bisa bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..

BandarQ Terbaik Di Asia Setelah puas melumat bibirku dia langsung menyedot batang kemaluanku yang dari tadi sudah menunggu hisapan mulut sexinya, tak ketinggalan lidahnya menjilat-jilat batang penisku, aku tak mau tinggal diam tanganku berusaha meremas dadanya yang cukup kenyal, tapi dia menepis, “Sudah deh kali ini biar Susan yang kerja,”

ya.. aku pasrah saja sambil menikmati sedotan bibirnya, tak lama kemudian aku serasa melayang-layang dan kepala penisku serasa makin besar akhirnya “Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di mulut Susan, Dia makin gila menyedot semua batangku masuk ke mulutnya seakan nggak mau ada spermaku yang lolos dari mulutnya. Kepala penisku masih berdenyut saat Susan menyedotnya.

“Ahhmm enak banget batang kamu, thank’s ya,” kata Susan,
sambil tersenyum dan menciumku, dia sangat suka dengan penisku, sementara aku hanya bisa diam dan masih terheran-heran melihat kebinalannya, “Ayo jalan, ntar ketinggalan pesawat nih.”
Tiba-tiba Susan protes melihat aku hanya terdiam dan membiarkan celanaku terbuka. Pada saat aku tiba di parkiran airport Susan berkata, “Kamu masih utang lho sama aku”
“hmm…” aku hanya bisa senyum sambil kali in aku yang mencium bibir sexy-nya.

Susan memelukku erat, kami seperti pasangan kekasih aja.
Sebulan telah berlalu, kami tetap berhubungan via telepon, hubungan kami semakin akrab, lalu saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk bertemu Susan. Kebetulan anak-anaknya sedang liburan sekolah, sekalian saya bertugas mengajak anaknya jalan-jalan.

Saat tiba di Jakarta saya menginap di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Senayan. Lalu kami bertemu dan jalan-jalan bersama kedua anaknya,
“Hmm sudah seperti keluarga aja nih” pikirku dan Susan terlihat makin cantik, lebih cantik dari sebelumnya.
Sepulang dari jalan-jalan, tiba-tiba anak Susan yang berumur 9 th meminta saya untuk menginap di rumahnya, agar kita bisa main playstation berdua. Asyik juga nih pikirku, karena memang aku juga gemar bermain game. Saya dan Dodi (anak sulung Susan) sudah 2 jam main playstation. Saat itu sudah jam 23.00, Dodi sudah mau tidur sementara Susan masih sibuk membereskan kamar yang akan saya tempati.

Kelar main PS dengan Dodi, saya langsung mandi karena sejak tadi saya belum mandi. Selesai mandi saya lihat Susan sudah selesai beres dan duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton TV. Cantik sekali Susan saat itu, dengen baju tidur warna ungu, wah.. yang bikin saya deg-degan dadanya yang berukuran 36b menyembul dibalik gaunnya, dan setelah aku curi-curi pandang ternyata dia tidak memakai bra.

“Kamu masih hutang ama aku lho Ton”, Susan berkata begitu dengen senyum manisnya.
Ya aku langsung jawab aja,
“Iya deh pasti aku lunasin kok” wah kebeneran nih ngerasain vagina janda..
Hehehehe biarpun sudah umur 36 th tapi badannya sangat sexy karena memang hobbynya berenang.
“Kita sambil nonton bokep yuk Ton,” kata Susan.

Baca Juga : Cerita Dewasa Tante Maya Haus Sex

Sewaktu Susan memasang VCD rada sedikit nungging, Hmm.. pahanya terlihat mulus den belahan pantatnya terlihat sangat bersih, aku tak tahan langsung aja aku samperin dan menjilat belahan pantatnya dari belakang sampai turun ke selangkangan.
“Ahh sayangg.. Sabar donk.. Aku sudah lama nggak diginiin” Susan mendesah sambil kakinya gemetaran.
Aku gendong saja ke sofa terus aku ciumin bibrnya, Susan merespons ciumanku dengan ganasnya,
“Jago juga nih ciumannya”, pikirku.

Sementara kedua tanganku mulai menyelusup ke dadanya yang sejak tadi membusung karena menahan nafas,
“Oughh ahh.. Terusin sayang,” desahnya.

Tangan Susan mulai berusaha meraih batang penisku yang sudah menegang dengan helm yang memerah,
“Eitt ini giliranku bayar hutang,” tanganku menepis tangan Susan dengan lembut, dia hanya tersenyum.
Sementara mulutku mulai menjilat-jilat puting Susan yang berwarna pink. Jemarinya mendekap erat kepalaku, sambil mendesah dan kakinya memeluk erat pinggulku,
“Suck my pussy baby” Susan mendorong kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi dadaku.
Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. BandarQ Terbaik Di Asia Saat aku mulai menyapukan lidahku dari bagian bawah ke atas vaginanya aku merasakan cairan yang sangat nikmat yang aku impikan sejak pertama kali bertemu Susan. Aku hisap clitorisnya dia makin mengejang dan aku merasakan vaginanya sperti menghisap bibirku.

“Ciuman ama bibir atau vagina sama enaknya nih,” pikirku.
“Oughh sayangghh enak,” gumamnya.
Lidahku mulai bergerak konstan di clitorisnya semakin cepat, pantatnya bergerak naik turun mengikuti irama lidahku, tiba tiba dia berteriak histeris.

“fish.. Ahh ahh oughh ah ahh ahh.. Toni eghh.,” badan Susan mengejang, tangannya menekan kepalaku ke vaginanya hingga hidung dan hampir semua wajahku basah karena cairan vaginanya.
Nafasnya tersengal-sengal dadanya makin membusung (ini pengalaman pertamaku menjilat vagina, sekarang aku suka sekali menjilat vagina sampai lawan sex-ku mencapai klimaks karena jilatanku). Aku jilati terus dan aku telan semua cairan vaginanya, rasanya enak banget!!

Sementara nafas Susan masih tersengal-sengal aku angkat kedua pahanya sehingga lobang pantatnya pas berada di bibirku. Aku jilati lagi sisa-sisa cairan yang meleleh di lobang pantat Susan sambil aku teruskan jilatanku ke atas dan turun lagi berulang-ulang. Tangan Susan makin menekan kepalaku, aku makin menikmati permainan ini dan aku lihat kepala Susan menegadah pertanda dia sangat menikmati jilatanku, sampai akhirnya aku berbalik lagi menjilat bagian lobang vaginanya yang masih berdenyut.

“Sayangghh terusinn aku hampir sampai lagi nihh,”gumamnya sambil menggerak-gerakan pantatnya.
Aku makin enjoy dengan rasa vaginanya yang seperti sayur lodeh.. Hehehehe. Aku hisap clitorisnya sampai akhirnya dia mulai mengejang-ngejang..

“Oughh enakk sayangku..” Kuku jemarinya terasa perih di belakang leherku.
Susan mencapai klimaks untuk kedua kalinya, tanpa menunggu-nunggu lagi aku tancapkan saja batang penisku yang dari tadi sudah menunggu untuk bersarang, Ternyata tak semudah itu, lobang vaginanya memang cukup sempit pertama kali hanya kepala penisku aja yang bisa masuk, lalu setelah aku keluarkan dan aku masukkan lagi beberapa kali akhirnya. BLESS..
“Eghh.. Enak banget Ton,” gumamnya Susan langsung menciumi bibirku dengan penuh nafsu.
Aku mulai memompa vaginanya secara beraturan sambil menjilati puting susunya yang merah dan menegang, enak benar vagina Susan, pikirku.

Selama 20 menit aku memompa, perlahan tapi pasti vagina Susan makin terasa makin menyempit, aku makin merasa enak.

“Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa.
Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil setengah berteriak Susan mencapai klimaks yang ketiga kalinya,
“Aghh ahh I LOVE THE WAY YOU fish ME!!” Aku makin mempercepat gerakanku..
Susan makin menggila.

“fish.. fish.. fish ME.. Oughh ahh ahh,” Susan benar meracau tak karuan, untung jarak kamar tidur dengan ruang tengah cukup jauh sehingga teriakannya tidak mengganggu tidur kedua anaknya.
Setalah Susan menikmati sisa-sisa klimaksnya aku ciumin bibir nya dia dan dia tersenyum,
“Thank’s ya, hutangmu lunas, tapi kamu belum keluar sayangku,” dia berkata sambil membalikkan badannya dan kedua tangannya memegang sandaran sofa.

“fish me from behind,” dia mengarahkan penisku yang masih menegang ke arah lobang vaginanya yang sudah basah kuyup.
Langsung aja aku pompa vaginanya karena aku sudah tak tahan ingin cepat-cepat keluar, baru sepuluh kali keluar masuk, Susan mendesah berat dan vaginanya berdenyut pertanda dia mencapai klimaksanya, badannya seperti kehilangan tenaga, aku tahan pantatnya sambil terus aku pompa vaginanya.

Denyutan vaginanya membuat aku merasa makin nikmat. Dengan mata sayu Susan berkata,
“Keluarin di mulutku sayangku, aku haus spermamu”.
Aku tidak memperdulikan aku tetap fokus mengejar kenikmatanku sendiri sampai akhirnya aku akan mencapai puncak kenikmatan aku cabut penisku, dengan sigapnya Susan meraih batang penisku dan mengocok-ngocok di dalam mulutnya.
“Oughh.. Isepin penisku sayanghh ahh..” Crott!! Crott.. Crott..
Cairan spermaku meleleh di dalam mulutnya sampai keluar dari tepi bibir Susan.

Tiba-tiba ada suara lenguhan yang cukup mengagetkanku
“ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-kaget ketika aku lihat pembantu Susan yang bernama Nana sudah telentang sambil mengejang di lantai, jemarinya terlihat berada di dalam vaginanya, sementara bajunya sudah tidak karuan. Aku baru sadar jika permainan kami diperhatikan oleh pembantu yang kira-kira masih berumur 15 tahun. Namun badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya terlihat membusung indah sekali. Namanya Nana.

Ternyata Nana sudah memperhatikan permainan kita sejak tadi. Tanpa malu-malu lagi Susan memanggilnya,
“Sini kamu!” sambil mukanya memerah Nana berjalan mendekat.
“Kamu ngapain?” tanya Susan.

“Ya lihat Ibu sama Mas Toni begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masih tegak.
Susan berbisik,
“Aku sudah cape nih, aku rela kok kamu main sama Nana, tuh penis kamu masih tegak,” sambil menciumku Susan membisikkan hal yang benar-benar aku inginkan dan cukup mengejutkan bagiku.

Sambil menunjuk ke arah VCD bokep yang sedang beradegan anal, Susan berkata kepada Nana,
“Kamu mau ngent*t seperti di TV itu ya Nana”
Dengan muka makin memerah Nana menjawab dengan perlahan dan gemetaran,

“Eng.. Engga bu, ma’afkan Nana”.
Dengan nada sedikit membentak Susan memerintah,
“Pokoknya kamu harus layani Mas Toni sampai dia puas!! Siapa suruh ngelihat kita ngent*t sambil mainan vagina pula, isepin tuh penis Mas Toni!”.

Sambil perlahan-lahan mendekat, tangan Nana yang masih terlihat basah karena cairan vaginanya, meraih batang penisku, perlahan Nana mulai mengocok-ngocok sambil mengulum penisku.. Hmm enak sekali bibr mungil Nana. Aku elus pipinya dia memandang ke arahku, aku tanya si Nana,
“Kamu sudah pernah ngent*t ya?”

Dengan senyum malu-malu Nana menjawab,
“Sudah Mas, dulu waktu Nana masih di kampung sama teman-teman”
“Hahh ama teman-teman?, rame-rame Donk?” aku bertanya kembali.
Nana hanya mengangguk lalu melanjutkan kulumannya.

Aku lihat Susan sudah terlelap kecapean. Tanpa sadar aku meremas-remas payudara Nana sambil memelintir putingnya. Nana mendesah menikmati sambil terus berusaha mengulum penisku. Dengan lugu Nana berkata,
“Mass ahh tolong donk dimulai, masukin Mass”.
Aku langsung mengangangkan kedua paha Nana dan Bless ternyata memang benar dia sudah tidak perawan lagi. Nana mendesah perlahan..
“Ouhh penis Mas besar sekali, baru kali ini saya ngent*t sama orang dewasa.”

Nana terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil meremas payudaranya sendiri. Wah..cukup pengalaman juga nih anak pikirku. Matanya terpejam sambil bibirnya mendesis seperti orang kebanyakan cabe..
“Ssshh ahh enakk Mass eghh.”

Tiba-tiba dia berusaha berdiri sambil mendorong badanku,
“Aku mau diatas mass ahh aku mau keluar”
Aku oke-in aja deh aku telentang, Nana berjongkok sambil menggoyangkan pantatnya, dia menciumi leherku aku remas remas kedua payudaranya yang ranum denga puting kecoklatan. Genjotannya semakin keras aku mengimbangi goyangan pantatnya, aku naik turunkan pinggulku juga. Nana mendesah tak karuan sambil rebah di dadaku.

“Ahh mass ahh ahh oughh aku keluar Mass ahh aku mau lagi Mass.. Ahh..,” bibirnya melumat bibirku penuh nafsu, dia berdiri dan menghadap tembok.

“Ayo Mass, kita main lagi, aku ingin dient*t sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat pantatnya aku lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya.

Nana menoleh ke arahku dan dia cuman tersenyum sambil berkata,
“Boleh nggak yang seperti di TV Mas?”
Wah.. binal juga nih anak pikirku, dalam hati aku juga ingin ngent*t pantat nih, kebetulan.

Pantat Nana memang bagus banget kenyal dan bulat, aku makin nafsu melihatnya. Nana membimbing penisku masik ke lobang anusnya, oughh sempit banget rasanya tapi enak. Langsung aja aku dorong penisku keras keras,
“Arrghh oughh Mass enakk teruss mass”
Nana benar-benar sexy, bau badannya yang wangi rada asem dikit membuatku semakin terangsang, aku jilatin punggung dan leher bagian belakangnya sambil meremas payudaranya dari belakang. Gerakan bokongnya benar-benar mirip Inul penyanyi dangdut.. Hehehe. Sambil terus mendesah, Nana meraih tanganku dan dibimbingnye masuk ke lubang vaginanya yang banjir sejak tadi.

“Kocokin jarimu Mass di dalam vaginaku.. Ahh ahh oughh enakk!!”
Tiba-tiba pantatnya mengejang dan berdenyut (baru kali ini aku tahu kalau pantat dient*t juga bisa klimaks)
“Ahh Mass keluarin di pantatku, Mass aoughh aku keluar Mass.. Oughh ahh ahh” Nana meremas-remas payudaranya sendiri.

BandarQ Terbaik Di Asia Aku pompa pantatnya kencang-kencang karena denyutan anusnya aku nggak tahan sementara tanganku terus bergerak keluar masuk vaginanya. Nana menengadah ke atas sambil terus meremas-remas payudaranya dan..
“Ahh mass aku keluar lagi.. Ahh ahh..”

Sahabatpoker Agen Domino99, Poker Online, Bandarq Terbaik Di Asia


Mendengar desahannya aku makin bernafsu dan kepala penisku semakin membesar mau bongkar muatan,
“Oughh Nana pantatmu enakk banget.. Ahh” Semprotan spermaku membasahi bagian dalam anus Nana yang masih berdenyut.

Lutut Nana bergetar dan dia terkulai lemas di lantai, penisku juga mulai melemas, kami berpelukan kecapean. Benar-benar malam yang liar malam ini, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.. Wah tidak terasa sudah hampir 5 jam aku bermain sex dengan dua wanita liar ini. Selama aku tinggal di rumah Susan, tiap malam aku ngent*t dengannya dan paginya Nana selalu menyediakanku sarapan pagi dan dia tidak pernah memakai celana dalam, aku sarapan sambil ngent*t sama Nana. Hehehehe. Enakk tenan.

Minggu, 17 November 2019

Cerita Dewasa Nafsu Birahi Kakak Iparku Yuni

CERITA DEWASA - Sebagai anak paling kecil dari tiga bersaudara, sebenarnya aku tidak merasa mempunyai kekurangan apapun. Jarak kelahiran yang agak jauh dari kakak-kakakku malah membuatku mendapat limpahan kasih sayang dari keluarga. Tapi jalan hidup manusia siapa yang tahu, kadang apapun yang terjadi pada diri kita, tak dapat kita menduga nya.

Sahabatpoker Agen Domino99, Poker Online, Bandarq Terbaik Di Asia

Semua berawal dari kakakku yang paling besar, sebut saja mas Amran. Mas Amran semenjak SMP memang dikenal playboy. Banyak wanita yang mudah dia pikat. Kelakuannya bahkan sering memusingkan orang tuaku. Dulunya, ayahku bekerja di sebuah pabrik tekstil. Tapi karena faktor kesehatan, beliau pensiun dini, lalu buka warung kecil-kecilan depan rumah. Sedangkan ibuku seorang PNS. Usiaku dengan kakak tertuaku terpaut sekitar 13 tahun. Kata ibu, kehamilanku justru tidak disengaja. Tapi beliau menerimanya dengan gembira.

Sahabatpoker Agen Domino99, Poker Online, Bandarq Terbaik Di Asia


Saat lulus SMA, kakakku mengambil program D3. Tapi kuliahnya baru berjalan kira-kira tiga bulan, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya karena telah menghamili anak gadis orang. Padahal waktu itu usia kakakku baru sekitar 18 tahun. Orangtuaku saat itu sangat terpukul, apalagi diketahui, kehamilan wanita itu telah memasuki bulan keenam. Akhirnya mereka dinikahkan secara diam-diam. Pernikahan mereka tidak berjalan lama, saat bayinya lahir dan baru berusia sekitar lima bulan, mereka berpisah. Sejak itu, banyak sekali wanita yang dibawa kakak ke rumah.

Kira-kira 2 tahun kemudian BandarQ Terbaik Di Asia, kakakku kembali memutuskan menikahi seorang wanita yang usianya terpaut dua tahun lebih tua darinya. Waktu itu kakakku baru diterima bekerja di pabrik bekas ayah dulu bekerja. Orang tuaku tak bisa berbuat apa-apa. Wanita yang dinikahi kakakku pun sudah bekerja di sebuah bank. Pernikahan baru berjalan enam bulan, tetapi istri kakakku sudah melahirkan. Awalnya kakakku yang nomer dua, perempuan, yang kadang suka mengasuh anak kakakku. Tapi semenjak dia menikah dan diboyong suaminya, akhirnya mereka menyuruh tetangga untuk mengasuh. Belum setahun usia bayi, istri kakakku kembali hamil. Dan akhirnya dikarunia anak kembali.

Tapi kembali, pernikahan kakakku dilanda masalah. Tabiat kakakku yang suka main perempuan dan seringnya dia bekerja keluar kota, membuat istrinya tak tahan, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah. Belum setahun perceraian, kuketahui istri kakakku sudah menikah lagi dengan teman sekantornya. Anak-anak sendiri karena masih kecil, dibawa oleh istri kakakku.
Kembali kakakku suka membawa wanita ke rumah. Warung ayah yang sudah tutup semenjak kakak keduaku menikah dan seringnya dia hanya bisa berbaring di kamar serta ibuku yang bekerja, membuat kakakku leluasa membawa wanita, apalgi di siang hari. Sesekali aku suka memergoki kakakku berduaan di kamar belakang dengan wanita, tapi sepertinya kakakku suka tak acuh. Malah dia suka memberiku uang tutup mulut. Akupun menerimanya dengan senang hati.

Ya, aku memang termasuk anak yang polos dulunya. Pergaulanku sendiri hanya sebatas teman-teman sekolah. Di rumah, aku jarang sekali main karena ibuku selalu menyuruhku menjaga ayah. Kadang aku merasa iri dengan kakakku yang sepertinya bebas kemanapun dia mau. Akhirnya saat usiaku 13 tahun, waktu itu aku baru masuk SMP, kembali kakakku menikahi seorang wanita. Tapi kali ini lain, karena wanita ini berjilbab.

Pernikahan siri dilakukan kakakku, berdasarkan kesepakatan keluarga. Wanita yang sebaya kakakku, sebut saja mbak Yuni, bekerja sebagai pelayan sebuah toko baju. Kesehariannya sangat ramah. Cara berpakaiannya pun sangat rapi dan sopan. Baju terusan panjang dan jilbab lebar selalu membingkai tubuhnya yang menurutku agak sedikit berisi, tapi menurut teman-teman ibu, bahkan sebagian teman sekolahku yang kadang datang ke rumah, bilang bahwa kakak iparku itu seksi.
Meski rumah kami agak jauh dari tetangga lain, tetapi wanita yang dinikahi kakakku kali ini sesekali suka mendapat pujian dari tetanggaku, terutama dari para lelaki muda. Malah ada teman sekampungku yang bilang, kalau dia yang jadi adik iparnya, pasti tiap hari akan mencoba ngintip kalau dia mandi, begitu candanya kepadaku. Aku sendiri sama sekali tidak menggubrisnya. Tapi memang setahun pertama pernikahan, kakakku sepertinya betah di rumah. Pulang kerja pun tak pernah telat.

Ibuku sendiri merasa senang, meski mbak Yuni bekerja, tapi dia selalu membantu menyiapkan makanan, bahkan membersihkan rumah. Jika mbak Yuni masuk pagi, biasanya baru sore harinya dia mencuci baju suaminya, bahkan kadang bajuku pun dia cuci. Jika dia kerja siang, paginya selain mencuci, dia juga membantu menyiapkan makanan. Hal itu membuat ibuku senang, kehadiran mbak Yuni sungguh memperingan kerja rumah tangga ibuku.

Aku sendiri biasanya membantunya menimbakan air jika dia hendak mencuci, ibuku yang menyuruhku, agar mbak Yuni nggak kecapekan. Lama-lama, aku dan mbak Yuni memang jadi akrab. Dia malah sering menyuruhku makan jika dia membuatkan sesuatu. Katanya supaya tubuhku gagah kayak kakakku, tidak kurus seperti sekarang. Yah, tubuhku memang agak kurus, apalagi tinggi badanku yang lumayan, membuat aku kelihatan agak ringkih. Tapi aku sendiri tidak begitu peduli, toh tidak kurus-kurus amat. Selain itu, tak jarang mbak Yuni memberiku uang jajan.
Awalnya, kami berpikir kakakku sudah berubah. Kehadiran mbak Yuni yang membuat dia betah di rumah, menyenangkan hati ibuku. Bahkan jika kebetulan mbak Yuni libur, kakakku sering datang siang hari, dan bersenda gurau di kamar dengan mbak Yuni. Tingkah mbak Yuni pun suka aneh, biasanya jika mereka bedua, kulihat cara bicara mbak Yuni suka berbeda, menjadi sedikit genit. Beda jika ada ibuku.

Tapi ternyata waktu berkata lain. Setahun lebih pernikahan mereka, kesibukan kakakku menjadikan dia kadang jarang ada di rumah. Semenjak mendapat tugas pengawas pemasaran, kakakku jadi makin sering keluar kota. Meski tidak mengganggu keharmonisan mereka, tapi kadang hal itu membuat mbak Yuni jadi sering melamun.

BandarQ Terbaik Di Asia Awalnya tidak begitu kelihatan, maklum jika di depan semua orang, sepertinya tidak ada apa-apa. Tapi jika dia sendirian, tak jarang aku memergokinya sedang melamun. Bahkan sesekali sering aku mendengar keluhannya, walau awalnya aku tidak mengerti, saat dia sedang berdua dengan kakakku, ”Mas, jangan capek terus dong.” katanya. Dan ditanggapi kakakku dengan lenguhan lesu. Semenjak itu, mbak Yuni seperti mencari kesibukan juga. Dia kadang mengambil lembur.
Dan kemudian, siang itu, awal dari makin dekatnya hubunganku dengan mbak Yuni… Siang itu, hari begitu panas. Aku sebenarnya baru pulang dari sekolah dan sedang makan, tapi karena udara panas, aku memutuskan untuk mandi. Aku lihat bak mandi kosong, akhirnya aku yang sudah tak berpakaian, menimba air. Sedang asyik menimba, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Aku sendiri tidak begitu kaget saat kemudian mbak Yuni nongol dan tersenyum.

“Maaf, kirain nggak ada orang.” katanya. Aku tidak merasa malu dan biasa saja, bahkan saat mata mbak Yuni terus memandang kelaminku.
”Mbak mau apa?” kataku, sambil kemudian aku perlahan mengambil handuk yang mengantung tak jauh dariku, dan melilitkannya ke pinggang.
“Mbak nggak kuat, sakit perut!” katanya.
“Ya udah, mbak dulu aja.” kataku. Aku pun kemudian keluar.
Setelah itu, tak ada hal yang luar biasa, hanya kulihat mbak Yuni selalu tersenyum ke arahku. “Mbak kok pulang cepat?” kataku.

“Iya, minta ijin, nggak enak badan.” katanya.
Setelah itu, aku langsung masuk kamar, mengerjakan tugas-tugas sekolah. Bahkan ketika ibu pulang, aku masih asyik di kamar.

Besoknya, saat pulang kerja, mbak Yuni mengetuk pintu kamarku. ”Mbak bawa martabak,” katanya.
Aku langsung keluar, hari sekitar jam tiga sore, kulihat mbak Yuni membawa martabak ke kamar depan, ”Biasa, ayah lagi baca di kasurnya.” kata mbak Yuni tanpa ditanya. “Dari kemarin panas aja ya?” tambahnya lagi.

“Iya, mbak, padahal tadi aku sudah mandi, tapi tetep keringetan.” kataku.
”Jadi tadi nimbanya bugil lagi?” kata mbak Yuni, aku hanya nyengir. “Kamu nggak malu ya kepergok mbak?” tanyanya lagi.

“Nggak sadar, mbak. Tapi nggak apa-apa, mbak kan bukan orang lain.” kataku polos.
Tiba-tiba tangan mbak Yuni mengusap-usap pundakku. “Mbak juga mau mandi, baknya penuh nggak?” katanya.

”Tadi sih masih setengah. Nggak apa-apa, nanti aku isi.” jawabku sambil makan martabak.
”Ya udah, makan dulu aja.” katanya, kemudian dia masuk ke kamarnya. Tak lama dia keluar. Saat itu kulihat dia berpakaian daster dengan belahan sangat rendah. Bisa kulihat tonjolan payudaranya yang besar dan montok. Di tangannya ada handuk, BH, jilbab, dan celana dalam. Dia kemudian duduk di sampingku. “Duh, panas ya?” katanya sambil mengipas-ngipaskan tangan.

Ini baru pertama kalinya aku melihat dia berpakaian seperti itu, biasanya dia memakai baju panjang dan jilbab yang sangat sopan, tapi semua itu sama sekali tak mempengaruhiku. Dasar aku masih sangat polos. Bahkan saat kemudian dia mengajakku bicara dengan sedikit lain dari biasa, agak genit dan banyak usapan mesra di pahaku, aku tetap tak bereaksi.

Sejak itu, tingkah mbak Yuni menjadi agak berbeda, terutama jika kami sedang berdua. Tak jarang dia mengelus kepalaku, bahkan pahaku saat bercanda. Awalnya aku agak risih, tapi kemudian aku acuhkan. Saat itu, aku sama sekali tak mengerti, bahkan ketika dia menanyakan sesuatu yang berbau dewasa, aku menjawabnya dengan polos.

“Kamu punya pacar belum?” katanya.
“Belum, mbak.” jawabku.
”Tapi udah mimpi kan?” katanya lagi.
Aku mengangguk.

”Pertama kali kapan mimpinya?”
”Awal kelas dua kemarin, mbak.” aku menjawab.
“Mimpinya sama siapa hayo, pasti cewek ya?” katanya.
“Nggak tahu, mbak. Sudah lupa.” kataku.
“Enak nggak mimpinya?” katanya.

“Nggak tahu, mbak, lupa. Tahu-tahu sudah basah aja.” kataku.
Yah, kadang mbak Yuni menanyakan hal-hal sensitif, tapi aku merasa biasa aja, walau kadang kulihat dia cekikikan sendiri mendengar jawaban polosku. Lama-lama, kulihat mbak Yuni pun makin tidak malu dihadapanku. Aku jadi sering melihatnya keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk sedada, membiarkan paha mulusnya kemana-mana. Bahkan sepertinya dia sengaja melakukan itu, walau seringnya aku sendiri tak begitu memperhatikannya.

Dan siang itu, saat dia terus memperhatikanku, aku menganggapnya biasa. ”Mbak lihat kamu garuk-garuk burungmu terus, kenapa, gatal?” tanyanya saat aku hendak ke kamar mandi.
“Iya, mbak, numbuhnya makin banyak.” kataku tanpa sungkan, karena dia pernah menyinggungnya, dan saat itu aku bilang: ”Kata temanku cukur aja supaya nggak gatal,” tapi mbak Yuni bilang: ”Jangan, bisa makin gatal.”

”Cukur aja kali ya, mbak?” kataku.
“Ya udah, tapi biasanya makin gatal. Nanti mbak beliin bedak.” katanya.
Aku kemudian kencing. Selesai kencing, kulihat mbak Yuni keluar dari kamarnya. ”Nih, kalau mau cukuran, make ini aja. Tapi jangan bilang-bilang kakak kamu kalo alat cukurnya dipake buat nyukur bulu titit.” katanya cekikikan.

”Iya, mbak.” aku ikut tersenyum.
”Nanti alatnya bersihin lagi ya, supaya nggak ketahuan kalo habis dipake.” katanya, aku mengangguk. ”Hati hati luka, atau mau mbak yang cukurin?” katanya senyum-senyum.
“Nggak, mbak, malu. Biar aku aja nanti.” kataku menolak.

”Ya udah, cepat sekarang aja, mumpung kakakmu belum pulang.” kata mbak Yuni.
Aku kemudian ke kamarku sambil membawa handuk. Duduk di ranjang, mulai kucukur bulu kelaminku. Setelah selesai, aku kemudian mandi. Tapi benar, kurasakan rasa gatalnya tidak hilang, malah semakin terasa. Dan kulihat, aku tidak bisa mencukur bersih. Saat keluar kamar mandi, kulihat mbak Yuni sudah ada di dekat pintu. Baju gamisnya sudah berganti dengan daster berbelahan rendah. Jilbabnya juga sudah dia lepas, memperlihatkan rambut lurusnya yang panjang sepunggung.
“Sudah?” tanyanya, aku mengangguk. ”Kok cepat? Masih gatal nggak?” katanya.
“Iya, mbak. Gimana ya, mbak?” kataku.

Tangannya kemudian mengusap pundakku. ”Apa kata mbak, mending didiemin aja.” katanya. ”Mau dikurangi nggak supaya nggak gatal amat?” tawarnya. Aku mengangguk. ”Tapi janji jangan bilang siapa-siapa, termasuk ibu dan kakakmu.” bisiknya. Aku mengangguk lagi.
”Sini,” dia menarik tanganku, kemudian kami berdiri di balik pintu kamar mandi. “Kamu merem. Awas, jangan ngelihat!” katanya.

Aku yang waktu itu masih handukan menuruti apa katanya. Tiba-tiba kurasakan tubuhnya merapat ke tubuhku. Satu tangannya kurasakan mulai meraba kelaminku. Aku hanya diam saat kemudian kurasakan tangannya masuk ke dalam handukku. Sesaat kemudian, kurasakan kontolku menempel pada benda berbulu. ”Mbak,” kataku mulai tak tenang.

“Nggak apa-apa, diam aja. Nanti nggak gatel lagi, kamu pasti suka.” katanya. Perlahan kurasakan ujung kontolku digosok-gosokkan ke benda berbulu itu. Ada geli kurasakan, selain rasa hangat yang mulai menjalar cepat di batang kontolku, yang akhirnya membuatnya bangun dan menegang.
”Mbak, geli ah!” kataku parau. Mataku masih tetap merem.

”Nggak apa-apa, bentar lagi juga enggak.” katanya.
Aku tak berani melihat, walau saat itu sebenarnya aku tak begitu memejamkan mata. Wajahku ada di pundak mbak Yuni. Bisa kucium wangi keringat di lehernya, membuat kontolku makin mengeras dan menegang. Dan saat sudah benar-benar terbangun, kurasakan mbak Yuni makin menekan kontolku, melewati ruang hangat yang sempit dan lembab.

”Mbak, sudah ah, jangan!” kataku gugup. Dalam hati aku ingin mencegah, tapi kenikmatan yang kurasakan di ujung kontolku membuatku membatalkannya.

“Nggak apa-apa, tenang aja. Nanti gatalnya hilang sendiri.” katanya membujuk.
Sebenarnya rasa gatal sudah tak kuingat lagi, aku hanya merasakan nikmat yang menjalar di sekujur tubuhku, apalagi saat kontolku makin dalam masuk ke lubang hangat itu. Aku makin melayang. Saat itulah, tiba-tiba kurasakan pantat mbak Yuni bergerak pelan, memompa maju-mundur, membuat kontolku menggesek lubang sempit itu. Nikmat. Nikmat sekali kurasakan.

”Mbak ngapain?” tanyaku tak mengerti.

“Nggak apa-apa, tenang aja. Kamu agak turun.” katanya sambil menekan pundakku, aku pun sedikit menurunkan kakiku. Kini posisi kami benar-benar pas. Kontolku masuk sempurna di lubang sempit itu. Rasa geli makin menjalar di sekujur tubuhku saat kontolku menggesek dinding-dinding basah yang melingkupinya. Nikmat yang baru pertama kali kurasakan setelah 13 tahun lahir di dunia ini. Sampai akhirnya, aku merasa tak kuasa…

”Mbak, rasanya aku ada yang mau keluar.” kataku berbisik.
“Keluarin aja,” katanya sambil terus menggerakkan pinggulnya, menyetubuhiku.
Dan ahh.. ahh… ahh… kudekap tubuh montok mbak Yuni erat-erat saat cairanku membanjir keluar. Rasa nikmatnya seperti mimpi basah, tapi yang ini lebih enak karena benar-benar nyata.
”Kamu merem terus ya tadi?” kata mbak Yuni, kurasakan kontolku ia lepas da dilap dengan ujung daster. Aku mengangguk. ”Sudah,” katanya. Ia meraih handukku dan melingkarkannya lagi ke pinggangku. “Gimana, ilang nggak gatalnya?” ia bertanya. Aku mengangguk. ”Ingat, jangan bilang siapa-siapa ya?” bisiknya. Aku mengangguk lagi. Entah kenapa, aku kesulitan untuk menanggapi pertanyaannya.

BandarQ Terbaik Di Asia Aku kemudian kembali ke kamarku. Saat selesai berpakaian, kulihat mbak Yuni masih ada di kamar mandi. Aku kemudian makan. Saat makan, mbak Yuni yang baru selesai mandi, tersenyum ke arahku. Seperti biasa, dia cuma menutupi tubuh moleknya dengan handuk. Sambil mengunyah, kupandangi pahanya yang putih mulus saat dia berlalu ke kamar. Selesai makan, mbak Yuni sudah berpakaian rapi dengan baju panjang dan jilbab lebar. Dia menghampiriku.
”Masih gatal?” tanyanya ramah.

”Sedikit, mbak.” kataku. “Mbak tadi ngapain sih?” aku bertanya. Entah, saat itu aku tak tahu mau bicara apa.
”Enak nggak?” bukannya menjawab, dia malah balik bertanya.
Aku mengangguk. “Mbak masukin burungku ke anunya mbak ya?” tebakku tak percaya.
”Iya, jangan bilang siapa-siapa ya?” dia tersenyum. Aku mengangguk mengiyakan. Siapa juga yang bakal bilang-bilang? Kemudian tangannya meraba boxerku. ”Coba lihat,” katanya. Dan entah kenapa, aku hanya diam saja, tidak protes. Mungkin karena teringat rasa nikmat tadi.
”Pantes, kamu nyukurnya nggak rapi.” katanya.

”Iya, mbak. Tapi nggak apa-apa. Nanti bisa dirapiin.” kututup lagi celanaku.
”Mbak mau lho bantu ngerapiin.” dia tertawa genit sebelum berlalu dari ruang makan. Aku hanya diam saja dan segera membawa piring kotorku ke belakang untuk dicuci.
Peristiwa itu terus aku ingat, bahkan sampai ibu pulangpun, aku masih melamunkan kejadian tadi. Dan esoknya, aku bahkan ingin cepat-cepat pulang, walau aku tahu mbak Yuni masih bekerja. Jantungku berdegup kencang ketika jam menunjukan sekitar pukul dua siang. Aku terus melihat ke jendela, bahkan ketika sosok mbak Yuni terlihat dari jauh, jantungku makin berdegup tak karuan. Ketika kudengar pintu depan dibuka, aku malah masuk ke kamarku.

“Kamu sudah makan?” tanyanya saat melintas di depan kamarku. Aku mengangguk, pura-pura membaca buku. Dia kemudian berlalu ke belakang. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu, aku akhirnya keluar dan menunggunya di meja makan. Tak lama, dia muncul.
“Mbak nggak makan?” kataku saat kulihat dia minum dan hendak masuk kamar lagi.
”Tadi sudah makan bakso, masih kenyang.” katanya.

Aku tak tahu harus berkata apa lagi, jadi kubiarkan mbak Yuni masuk ke kamarnya. Aku terus duduk menunggunya keluar, saat itu, entah kenapa, kurasakan kontolku bergerak dan perlahan-lahan mulai menegang dan mengeras. Saat sudah ngaceng maksimal, pintu kamar mbak Yuni terbuka. Aku melihat ke arahnya, tersenyum.

”Lagi apa, kok masih disana?” kata mbak Yuni curiga. Dia sudah berganti pakaian, tapi masih tetap baju terusan panjang dan jilbab lebar.
“Nggak, mbak. Ini…” jawabku bingung. ”Kenapa burungku gatal terus ya, mbak?”
Mbak Yuni tersenyum, kemudian menghampiriku. Dia melotot melihat celanaku yang sedikit mumbul. Perlahan dia meraba dan senyumnya menjadi makin lebar. ”Mau kayak kemarin nggak?” katanya menggoda, aku mengangguk cepat.

”Di kamar mbak aja yuk.” dia mengajak. Aku mengangguk lagi. Segera kuikuti langkahnya. Sampai di kamar, mbak Yuni menyuruhku berbaring, aku menurut. Perlahan dia menarik celanaku dan tersenyum. ”Ih, kok sudah bangun sih?” katanya gemas.

“Nggak tahu, mbak.” jawabku malu. Aku sempat merasa kaget saat kemudian tanpa malu, mbak Yuni membuka satu persatu pakaiannya, termasuk juga jilbab putih yang ia kenakan. Kulihat payudaranya yang besar dan bulat menggantung indah di depan dadanya. Warnanya putih dan mulus sekali. Ada banyak urat-urat halus kehijauan di sekujur permukaannya. Tapi yang membuatku tak berkedip adalah tonjolan puting di puncaknya yang berwarna merah kecoklatan. Benda itu tampak mungil dan menggemaskan sekali.

Kemudian kualihkan pandanganku ke kumpulan rambut hitam di bawah pusarnya. Terlihat cukup lebat dan panjang. Sepasang pahanya juga tampak mulus menggiurkan. Ditambah bulatan bokong yang padat dan mengkal, jadilah dia sangat sempurna sekali di mataku. Mbak Yuni kemudian berbaring di sampingku.

”Ayo naik, tempelin tititmu di itunya mbak.” bisiknya di telingaku. Aku pun naik ke atas tubuhnya. Kutindih dia dan kupeluk erat. Mbak Yuni membalas dengan merangkul tubuh kurusku tak kalah erat. Jantungku bergejolak saat kontolku perlahan menempel di depan liang vaginanya. Mbak Yuni sudah membuka kakinya sekarang hingga aku bisa melakukannya dengan mudah. Kudiamkan sebentar, kubiarkan alat kelamin kami saling menempel dan menyapa. Saat itu mbak Yuni menekan-nekan payudaranya di dadaku, memintaku untuk memegang dan meremasnya.

”Kontolmu gede ya?” bisiknya saat tanganku mulai meraba dan mengelusnya pelan. Kurasakan betapa empuk dan halus permukaannya. Putingnya yang terasa mengganjal di sela-sela jariku, kujepit dan kupilin-pilin ringan. Mbak Yuni tersenyum melihatnya.

”Mbak, masukin ya?” kataku sambil mengecup pipinya. Dia menganguk dan kemudian meraba kontolku. Dengan bantuan tangannya, perlahan kontolku mulai masuk ke ruang hangat dan sempit yang sejak tadi aku inginkan.

”Nah, gerakin naik-turun.” katanya saat batangku sudah terbenam total di dalam lubang memeknya. Aku menurut, sambil terus meremas-remas bulatan payudaranya, perlahan aku mulai menggerakkan pantatku, mengikuti arahan tangannya yang ada di pinggangku. Rasa nikmat menjalar di seluruh tubuhku saat alat kelamin kami saling bertemu dan bergesekan. Ironisnya, nikmat itu kudapatkan dari wanita yang seharusnya menjadi milik kakakku.

Di atas ranjangnya, kudapati kenikmatan yang luar biasa saat kontolku mulai bergerak cepat di atas memek tembem mbak Yuni. Nikmat yang selalu terbayang di kepalaku ketika aku melihat tubuh mulusnya sehabis mandi. Mbak Yuni pun seakan tak mau hanya pasrah menerima sodokan-sodokanku, perlahan mulutnya mulai menghisap tetekku, memberi kenikmatan lain yang menjadikanku semakin tak peduli bahwa aku telah merasakan kenikmatan terlarang dari seorang wanita yang bukan milikku.
”Mbak, enak, mbak!” kataku lirih.

”Masukin yang dalem!” sahutnya parau. Dan saat aku melakukannya, ”oh… ya, begitu! Terus, ohh… terus!” mbak Yuni makin mendesah keenakan.
”Begini ya, mbak?” kataku sambil mencium bibirnya dan melumatnya pelan.
“Iya, kontolmu enak! Terus, ohh…” kata mbak Yuni gelagapan.

”Mbak, ohh… mbak, ahh… ahh…” akhirnya aku tak kuasa menahan desakan air maniku. Sambil menekan batang penisku dalam-dalam, kubiarkan cairan putih lengket itu keluar di lubang kemaluan kakak iparku. Setelah satu menit, perlahan aku terkulai di atas tubuh mulus mbak Yuni.
”Mbak, enak, mbak.” bisikku pelan.
”Mau lagi?” sahutnya nakal.

”Istirahat dulu, mbak.” kataku sambil mencabut penis. Kuperhatikan lelehan spermaku yang merembes keluar dari celah vagina mbak Yuni. Dia mengelapnya dengan tisu yang ada di atas meja.
”Ambilkan mbak minum ya? Haus nih.” dia meminta.

Setelah meremas-remas payudaranya sebentar, aku pun keluar menuju dapur. Tubuhku tetap telanjang. Kubawakan mbak Yuni segelas air dingin. Dia hanya tersenyum-senyum saat menerimanya. Setelah menghabiskan isi gelasnya, dia menghampiriku di tepi ranjang. ”Bentar lagi ibu pulang.” bisiknya penuh arti.

“Iya, mbak, gimana nih?” kataku. ”Aku kan masih pingin,”
Mbak Yuni mengelus-elus penisku sebentar sebelum akhirnya bangkit dan mengunci pintu depan, dengan harapan saat ibu pulang nanti tidak langsung bisa masuk. Kami sepakat main lagi di kamarku. Segera, beriringan kami berpindah kamar. Tubuh kami masih sama-sama telanjang. Saat sampai di kamarku, mbak Yuni menyuruhku duduk di kasur, sedang dia jongkok di lantai di depanku. Mbak Yuni langsung mengulum dan menghisap batang kontolku. Kurasakan nikmat yang luar biasa saat dia melakukan itu.

”Mbak, cepet, masukin sekarang ( Ke Memek Tembem nya ). Nanti keburu ibu pulang.” kataku tak kuasa.

“Sabar dong,” katanya genit.
Hari itu, akhirnya dua kali aku mengenjot tubuh sintal mbak Yuni. Dan itu bukanlah terakhir kalinya. Karena setelah itu, kami sering mengulanginya lagi. Bahkan diawal-awal bersetubuh dengan mbak Yuni, hampir tiap hari aku berusaha menggaulinya. Mbak Yuni dengan Memek Tembem Nya menerimanya dengan suka cita. Ketidakhadiran kakakku menjadi hal yang tidak mengganggunya lagi, karena kini dia bisa mendapatkan kenikmatan yang sama dari saudaranya, yaitu aku.

Sahabatpoker Agen Domino99, Poker Online, Bandarq Terbaik Di Asia


Perlahan aku pun dapat mengerti kenapa kakakku sangat suka main perempuan, ternyata kenikmatan ragawi memang telah membelenggu kakakku, dan sepertinya telah membelengguku pula. Saat itu, usiaku belum genap 15 tahun, tapi aku sudah merasakan kenikmatan seorang wanita.

BandarQ Terbaik Di Asia Hubungan terlarang kami berlangsung cukup lama, sekitar 2 tahun, sebelum akhirnya kakakku memutuskan bercerai dengan mbak Yuni. Meski mbak Yuni memberiku kebebasan untuk menemuinya, tapi aku tak berani, takut dicurigai. Untungnya, aku bertemu dengan wanita-wanita yang nakal bahkan kesepian. Selain mencari kenikmatan dari teman wanita di sekolahku, sesekali akupun mencari kenikmatan dari tante-tante kesepian yang kebetulan aku jumpai. Dan kamu tahu, aku lebih suka yang berjilbab, ada kebanggaan tersendiri kalau bisa membawa mereka ke tempat tidur.

Agen Domino99
Agen Domino99
Agen Domino99