f CERITA18TERBARU | CERITA BOKEP | CERITA SEX | CERITA DEWASA | CERITA BUGIL | CERITA NGENTOT
Tampilkan postingan dengan label Tips sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips sex. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2020

Pelajaran Sex Dari Tante Reni Yang Semok

CERITA DEWASA - Dari kecil aku tinggal bersama nenekku, dan bersama nenekku tinggal dengan om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Omku yang ketiga menikah dengan seorang wanita yang bernama Reni yang kupanggil dengan sebutan Tante Reni .


Tante Reni orangnya cantik, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.

Oh ya, namaku adalah Bayu, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku tersebut tinggal bersama kami, dan aku yang saat itu sedang menikmati masa remaja kira-kira umur 16 tahun sering melihat Tante Reni bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Reni mengusap penis omku, sebut saja Om Wahyu. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Reni.

Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Reni hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil oleh Tante Reni untuk menjaga rumahnya.

Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Bayu, masuk ke kamar..!” teriaknya.

“Ya Tante..” jawabku.

Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Reni tahu aku gemetaran.

Dia bertanya, “Kenapa Bayu gemetaran..?”

“Enggak Tante,” jawabku.

Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Bayu, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”

“Ya Tante.” jawabku.

Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Reni. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Reni.

Sekitar jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Reni langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya dan disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggalah di rumah hanya aku dan Tante Reni saja.

Setelah pembantunya pergi, Tante Reni menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.

Lalu Tante Reni berkata, “Bayu, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”

Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.

Tiba-tiba Tante Reni mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Bayu, hisap bibirku..!”

Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.

Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.

“Wah punyamu sudah tegang dan besar Bayu,” sahut Tante Reni.

Lalu Tante Reni berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”

Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”

Tante Reni tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”

Lalu Tante Reni membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar

Sambil gemetaran aku memegang buah dadanya dan memegang putingnya.

Tante Reni mendesis merasakan kenikmatan usapanku dan berkata, “Terus Bayu.., terus..!”

Baca Juga : Dapat Service Memek Dari Pramugari Seksi

Lalu dengan memberanikan diri aku mencium putingnya, dan Tante Reni bertambah mendesis. Dibukanya celana pendekku dan CD-ku, sehingga aku juga menjadi telanjang bulat sepertinya. Penisku dielus-elusnya sambil berkata, “Bayu, punyamu besar amat, lebih besar dari punya Om Wahyu.”

Setelah puas menghisap puting buah dada tante, aku mencium pusarnya, dan akhirnya sampai di vaginanya.

“Ayo Bayu, cepat hisap punyaku..!”

Aku memberanikan diri mencium kemaluannya dan menjilat-jilat dalamnya, sedangkan tante tambah mendesis.

Tante berkata, “Sabar Bayu, Tante kepingin mencium punya Bayu dulu.”

Lalu dia membaringkanku di tempat tidur dan mulai mencium biji kemaluanku dan menghisap penisku perlahan-lahan. Serasa dunia ini melayang, alangkah nikmatnya, baru pertama kali batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita cantik, apalagi oleh Tante Reni yg sangat cantik.

Penisku semakin membesar, dan rasanya seperti mau kencing, tetapi rasanya sangat nikmat, ada yang mau keluar dari kemaluanku.

Aku menjerit, “Tante, Tante.., lepas dulu, aku mau kencing dulu.”

Tetapi rupanya tante sudah tahu apa yang mau keluar dari kemaluanku, malah dia semakin kuat menghisap penisku. Akhirnya meletuslah dan keluarlah air maniku, dengan mesranya Tante Reni menghisap air maniku dan menjilat-jilat penisku sampai bersih air maniku.

Batang kemaluanku terkulai lemah, tetapi nafsuku masih terasa di kepalaku.

Lalu tante berkata, “Tenang Bayu, ini baru tahap awal, istirahat dahulu.”


Aku diberi minum coca-cola, setelah itu kami berciuman kembali sambil tiduran. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya.

“Tante.., aku sayang Tante.”

Lalu tante berkata, “Ya Bayu, Tante juga sayang Bayu.”

Lalu aku menjilat vagina tante sampai ke dalam-dalamnya dan tante menjerit kemanjaan.

“Ayo Bayyuuu.., kita mulai pelajaran sex-nya..!”

Penisku yang sudah tegang dimasuukkan ke dalam liang kemaluan Tante Reni yang sudah licin karena air vaginanya.

Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya.

Lalu aku berkata kepada Tante Reni, “Tante.., kalau tahu begini nikmatnya kenapa enggak dulu-dulu Tante ajak Bayu bersetubuh dengan Tante..?”

Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Reni, tante semakin mendesis.

Tante mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Bayu.., Tante kepengen keluar nih..!”

Kujawab, “Keluarin saja Tante, biar Tante merasa nikmat..!” SahabatPoker

Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya.

Dengan lembut aku mencium tante dan berkata, “Tante sabar ya, Bayu masih enak nih..,”

Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Reni bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya. Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu.

Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Reni, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Reni, tetapi bagaimana dengan Om Wahyu. Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Wahyu dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Reni tidak dapat ikut karena Om Wahyu tidurnya di mess. Sambil mencari kontrakan rumah, Tante Reni tinggal di Jakarta, tetapi setiap Sabtu malam Om Wahyu pulang ke Jakarta.

Atas permintaan Tante Reni, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Reni jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Reni. Tentunya Tante Reni sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya 69. Lubang kemaluan Tante Reni sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Reni, tapi nikmat.

Setelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak Bayuukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku. Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Karena tante sudah keluar, terasa mudah memasukkan kemaluanku ke dalam vagina tante, dan kembali kami berpacu dalam nafsu.

Sambil mencium bibir Tante Reni, aku berkata, “Tante… Tante.., kenapa sih lubang Tante enak banget, punyaku terasa dijepit-jepit lubang Tante yang lembut.”

Sambil tersenyum tante menjawab, “Bayu.., batang kamu juga enak, kalau dengan Om Wahyu Tante hanya bisa orgasme sekali, tetapi dengan kamu bisa berkali-kali.”

Kembali aku menekan batang penisku erat-erat ke liang kemaluan tante sambil mengoyang-goyangkan pantatku, dan akhirnya aku menjerit, “Tante.., Tante.., aku keluar..!”

Alangkah nikmat rasanya.

Perlahan-lahan aku mengeluarkan batang kemaluanku dari liang senggama tante. Setelah itu kembali kami berciuman dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Ketika bagun pagi-pagi aku kaget, karena aku tahu di sampingku ada Tante Reni yang tidak memakai apa-apa, nafsuku timbul kembali. Kubangunkan Tante Ciindy dan kembali kami bersetubuh dengan nikmatnya, dan akhirnya kami mandi bersama-sama.

Selama hampir 1 bulan lamanya kami seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, kecuali hari Sabtu dan Minggu dimana Om Wahyu pulang. Pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidupku, walaupun sekarang aku sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak. Kadang-kadang Tante Reni masih mengajak aku bersetubuh di hotel. Tetapi sejak aku beristri, perhatianku kepadanya agak berkurang, lagipula usia Tante Reni sudah bertambah tua.

Sabtu, 26 September 2020

Dapat Service Memek Dari Pramugari Seksi

 CERITA DEWASA - Aku lahir dari keluarga yang kaya, di Singapura, Usaha ayahku di bidang eksport/import makanan beku mengharuskanku untuk sering keluar negeri bertemu dengan klien.

Suatu waktu, aku harus terbang ke Amerika. Dan perjalanan selama 15 jam dari Singapura direct ke Amerika sangatlah panjang dan membosankan. Aku sudah menonton tiga film, makan dua kali dan masih ada sisa 7 jam perjalanan.

Karena aku duduk di bussiness class di upper deck, aku bisa leluasa turun ke lower deck. Karena dua-duanya adalah zone Bussiness Class. Sekitar lima menit, aku melihat pemandangan awan dari jendela kecil.

” Excuse me, sir… ” sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku.

 ” Are you from upper deck? ” Aku mengangguk,

 ” Yeah… why? ” aku mengintip name tag di dadanya.

Rita Sastri… wah nama indonesia nih ! ” I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time… ” jawabnya dengan sopan. 

” Dari Indonesia ya kamu? ” todongku.

” Lho… iya ! Bapak dari Indo juga? ” tanya lagi. 

” Uh kok Bapak sih… belum juga tua, kok dipanggil Bapak… panggil nama aja… aku Boy… ” ” 

Baca Juga : Winda Gadis Manis Yang Enak Di Entot

“Oh… saya Rita… Bapak eh… kamu mau ke Amerika ya? ” kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit.

Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka.

” Yah… aku ditinggal sendiri deh, hehe… ” katanya setelah temannya pergi. ” Lho, kenapa? ” ” Jam istirahat… tadi aku uda istirahat 3 jam… dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berdua-berdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh… ” ” Oh… gitu… ya… gapapa deh… aku temani… aku bosen banget dari tadi di atas… sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi… ”

Rita tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. ” Kamu beneran nih belum punya cowok?” tanyaku iseng. 

” Lagi ga ada… soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion… ”

Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita.

” Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini… hihi… habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya… mungkin aku terlalu jelek ya… ” katanya menerawang.

” Gak, kok… kamu cantik banget… dan… ” aku menatap matanya, 

” seksi… bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu… ” tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine. ” Masa? Kamu boong ya… Boy… aku kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh… ” Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga… ” Kalau kamu kasi aku lihat, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak… ” tantangku.

Rita tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku ,” Beneran nih? ” ” Sumpah… ” Lalu Rita memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin.

Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. ” Rita… kamu seksi banget… ” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Rita membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Rita mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. ” God, u re so sexy, baby… ” bisikku di telinganya.



Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Rita mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Rita mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kont*lku yang keras dari balik boxer kainku, dan mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Rita ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati mem*knya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan.

Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam Ritangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya. ” Ahhh… ahhh… I’m gonna come… Arghhhh… uhhh… yes… yes… baby… ” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Rita benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat.

Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kont*lku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Rita melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kont*lku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Rita tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh… gitu Boy… gigit seperti itu… I feel sexy… ” Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Rita makin terangsang. kont*lku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit… ” gila… mem*k lo kok menyempit gini, sih Rita… Oh… gila… ” Ia tersenyum senang. Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kont*lku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Rita merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku.

” Ah Boy… You’re so… soo… Ohh… i am gonna come… i m gonna come… again… Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh… ” Rita orgasme untuk kedua kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kont*lku dari mem*knya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Rita tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kont*lku ke mem*knya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah.

Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. ” yeah… I am your bitch… fu*k me real hard… please… ” SahabatPoker

Buset… ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kont*lku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Rita naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan kata-kata kasar. kont*lku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. ” Ah… baby… yeah… oh yeah… ” kont*lku terasa makin becek oleh cairan mem*knya.

“Rita… aku juga mau keluar nih… ” ” oh tahan dulu… kasih aku… kont*lmu… tahan!!!!” Rita langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kont*lku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan. Rita menyedot kont*lku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kont*lku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kont*lku dengan gerakan makin pelan.

Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Rita berlutut dan menjilati seluruh kont*lku dengan rakus. ” Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ?” bisiknya dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini… !!

Setelah Rita menjilat bersih kont*lku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu toilet. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.



” Baiklah, Pak Boy… saya harus siap-siap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? ” godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas.

Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di Amerika, dan kami ngeseks gila-gilaan tiap hari. Ternyata Rita sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke Amerika, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini. Kalau aku ke kota dimana dia tinggal.

Selasa, 21 Juli 2020

Ritual Untuk Menjadi PNS

Cerita Dewasa - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan impian bagi sebagian besar orang, Berbagi cara ditempuh agar bisa lolos tes CPNS. Mengikuti bimbingan tes CPNS, menyogok, menyewa joki, sampai ke dukun sekalipun akan dilakukan. Entah karena putus asa setelah beberapa kali gagal dalam tes, akhirnya akupun juga memakai jasa dukun atau orang pintar. Menurut info yang aku peroleh dari temanku, ada seorang dukun di pinggir kota yang dulu pernah meloloskannya menjadi PNS. Malam itu aku sendirian pergi mencari rumah dukun itu. Setelah sempat muter-muter nanya sana-sini, akhirnya aku tiba di sebuah rumah sederhana yang nyaris tidak terlihat dari jalan raya. Halamannya yang luas dan tertutup rimbunnya pohon-pohon mangga membuat suasana menjadi sejuk dan tenang. Setelah beberapa kali mengetuk pintu, seorang wanita setengah baya dengan senyum ramahnya membukakan pintu. “Permisi, apa benar ini rumahnya Bu Sri?” tanyaku kemudian. “Oh iya, saya sendiri.


Silakan masuk, Mas!” Setelah dipersilakan duduk, tanpa basa-basi aku segera memperkenalkan diri dan langsung mengutarakan maksud kedatanganku. “Ooo, jadi Mas Agung ini juga pengen jadi pegawai negeri to?” “Iya Bu! Saya juga sudah membawa sebotol madu murni sebagai syarat, seperti yang dikatakan teman saya.” Aku menyodorkan satu botol madu murni kepada Bu Sri. “Kalau begitu, silahkan Mas Agung ikut saya ke dalam!” Bu Sri beranjak dari duduknya sambil membawa botol madu yang aku berikan tadi. Beliau berjalan menuju ke sebuah kamar di ujung ruangan. Dari belakang aku membuntutinya sambil memperhatikan gerakan pantat montoknya yang membuatku menelan ludah. Sesampainya di dalam ruangan yang redup itu, Bu Sri menutup pintu dan menyuruhku membuka pakaianku.

“Maaf ya Mas Agung! Tolong pakaiannya di lepas dan silakan berbaring di ranjang itu! Kita akan segera memulai ritualnya!” “Semuanya, Bu?” tanyaku malu-malu. Bu Sri tersenyum, “Mas Agung gak usah malu. Anggap saja saya tidak ada. Toh ini kan juga demi cita-cita Mas Agung!” Bu Sri benar, pikirku. Lagi pula aku sudah terlanjur datang ke sini, jadi aku tidak perlu malu lagi. Sementara Bu Sri menyiapkan kelengkapan ritual, aku segera menanggalkan semua busanaku kemudian berbaring di atas ranjang yang tidak terlalu empuk itu. Beberapa saat kemudian, dengan sebotol madu di tangannya, Bu Sri datang dan duduk di sampingku. Sesaat aku sempat melihat Bu Sri mengamati tubuh telanjangku. Pandangannya terkesan liar, seolah tengah melihat ayam panggang yang siap untuk di santap. Dengan duduk bersimpuh di sampingku, Bu Sri mulai menuangkan madu murni itu ke sekujur tubuhku. Aku memejamkan mataku saat tangan lembut Bu Sri mulai menyentuh dadaku, meratakan madu yang lengket itu ke setiap sudut tubuhku. Jemarinya yang lentik dengan lihai menari-nari, meremas-remas dada bidangku dan putingnya, dan mempermainkan bulu-bulu halus yang tumbuh di atasnya.

Aku menggigit bibirku sendiri, mencoba mengendalikan aliran darahku yang bergejolak menuju ke arah pangkal pahaku. “Mas Agung sudah punya pacar?” tanya Bu Sri memecah keheningan. “Eh, saya baru menikah enam bulan yang lalu, Bu!” “Ooo… jadi masih pengantin baru to! Wah, lagi panas-panasnya dong, Mas!” kata Bu Sri meledek. “Ah, Bu Sri ini bisa saja!” Tanpa sengaja tanganku menyentuh lutut Bu Sri ketika beliau memindahkan tanganku yang tadi menutupi kemaluanku. Aku juga sempat melirik pahanya yang sedikit tersingkap. Wah, mulus juga pahanya, pikirku. Tanganku jadi betah berlama-lama di atas paha mulus itu. Bu Sri membiarkannya ketika tanganku mengelusnya. Bahkan beliau malah melebarkan pahanya. Seolah memberikan tanganku peluang untuk bergerak menelusuri paha bagian dalamnya. Darahku semakin mendidih manakala dengan lincahnya jemari Bu Sri turun ke perutku, membelai bulu-bulu halusnya dan memijat perutku, yang keras dan liat. “Wah… badan Mas Agung kekar juga yah? Tinggi lagi. Pasti Mas Agung rajin olah raga.” “Ya, setiap enam hari dalam seminggu, setiap pagi dan sore saya usahakan untuk olahraga meskipun hanya sejam. Biasanya sih saya rutin angkat beban, renang, bola, dan voli..” “Ooo… pantesan adik Mas Agung gede!” “Maksud Bu Sri, adik yang mana?” tanyaku pura-pura bodoh. “Maksud saya adik yang ini…..” kata Bu Sri sambil meremas kejantananku tanpa rasa canggung. SahabatPoker


Ada rasa kaget sekaligus senang dengan perlakuan Bu Sri. Beliau dengan lembut melumuri kejantananku dengan madu, kemudian mengocoknya pelan. “Ooohh… Bu! Enak…!” aku melenguh nikmat. Aku juga semakin berani dengan menyingkap roknya dan memilin pahanya lebih jauh lagi. Dan ternyata Bu Sri menanggapi positif tindakanku itu. Terbukti dengan ia sedikit mengangkat pantatnya agar aku bisa mencapai pangkal pahanya. Astaga…! Sekali lagi aku terkejut sekaligus senang manakala tanganku menyentuh rambut-rambut halus di antara pangkal paha Bu Sri. Ternyata beliau sudah tidak memakai celana dalam. Perlahan-lahan aku mulai menggosok bibir vagina Bu Sri yang sudah basah itu dengan jariku. Bu Sri bertambah kelojotan dan semakin bersemangat mengocok batang kontolku. Perlahan-lahan batang kejantananku itu mulai membesar dan mengeras. Tanpa rasa jijik, Bu Sri mulai menjilati sisa-sisa madu yang menempel di sekitar pangkal pahaku, melumat buah zakarku, kemudian bergerak naik menyapu urat-urat kontolku yang sudah bertonjolan. “Gimana Mas Agung? Enak kan?” tanya bu Sri di sela-sela aksinya. “Ahh… nikmat banget Bu! Saya belum pernah merasakan senikmat ini!” Aku memang belum begitu berpengalaman dalam hal seks. Selama berhubungan dengan istriku, kami hanya melakukan dengan cara konvensional saja. Namun kali ini Bu Sri memberikan pelajaran baru yang ekstrim. Ekstrim enak… Terbukti ketika Bu Sri dengan lembut memasukkan ujung penisku ke mulut mungilnya, langsung saja berjuta kenikmatan menghampiriku. “Ooougghh…yeah…enak, Bu!” nafasku semakin memburu. aku merintih-rintih nikmat, namun Bu Sri masih asyik mempermainkan kontolku di dalam rongga mulutnya. Aku juga semakin berani. Kutarik roknya sampai terlepas.

Bahkan Bu Sri juga turut melepaskan kaosnya sendiri. Gila! Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ternyata bu Sri masih memiliki tubuh yang bagus. Kulitnya putih mulus, payudaranya yang kencang dan montok, serta pantatnya yang bulat menggemaskan membuatku seolah ingin mengunyahnya. Oh, sungguh seksi sekali dukun ini. “Aahhh…. Kontol Mas Agung memang luar biasa besarnya. Hhhmmmm…. saya memang sudah lama mendambakan kontol sebesar ini. Hhhmmm…!” dengan rakus Bu Sri kembali melumat kejantananku. Kali ini beliau mengangkangi tubuhku dan menyodorkan vaginanya tepat ke wajahku. Dengan naluriku, aku mendekatkan mulutku ke vagina Bu Sri yang merekah merah. Bau harum yang keluar sangat merangsang syaraf otakku untuk menjilatnya. Perlahan-lahan kujulurkan lidahku, dan kusapu permukaan vaginanya dengan lembut. “Aaaaghhh…! Yaahhh… begitu Mas! Jilat terus punya saya….!Oooghhh…!” Bu Sri bertambah semangat mempermainkan kontolku di dalam mulutnya. Sementara tangannya mengocok batang kontolku, kepalanya juga bergerak naik turun. Sesekali beliau menyedot-nyedot ujung kontolku kuat-kuat. Cukup lama kami dalam posisi ini, saling menjilat, mengulum dan mengocok kemaluan masing-masing. Berapa saat kemudian Bu Sri melepaskan kulumannya. “Gimana, Mas Agung Suka kan?” tanya Bu Sri sambil tersenyum padaku. Aku hanya mengangguk pelan sambil menikmati jemari Bu Sri yang masih memijit-mijit batang kontolku. “Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang yang mempunyai penis besar mempunyai keinginan yang besar pula. Saya yakin, kali ini Mas Agung pasti akan bisa jadi Pegawai Negeri.” kata Bu Sri menjelaskan. “Tapi sekarang, biarkan saya bersenang-senang dulu dengan kontol Mas Agung yang besar ini!” Bu Sri mengambil posisi duduk di atas pahaku.

Perlahan-lahan beliau meraih kejantananku dan membimbingnya menuju ke liang memekny yang sudah basah. Dia terlihat meringis saat ujung penisku mulai memasuki memekny yang hangat. Entah karena memeknya Bu Sri yang sempit, ataukah karena kontolku yang besar, proses penetrasi itu berjalan dengan lambat namun nikmat. Bu Sri tampak susah payah berusaha agar batang kontolku bisa masuk utuh ke dalam memeknya. Sampai akhirnya… “Aaougghh…. aduh Mas Agung! Gede banget kontolmu!” tubuh Bu Sri yang mulus tampak berkilat-kilat oleh cucuran keringatnya. Beberapa kali ia menghirup nafas dalam-dalam sambil membiarkan batang kontolku terbenam dalam rongga vaginanya yang sempit. Beberapa saat kemudian Bu Sri mulai beraksi. Dengan kedua tangannya bertumpu pada dada bidangku, beliau mulai mengayunkan pantatnya naik-turun. “Aaaahhh… aahhhh… ooougghh…!” Aku mendesah-desah keenakan. Kedua tanganku memegang pinggul Bu Sri untuk mengatur gerakan naik-turunnya. Sesekali tanganku juga merayap naik, menggapai dua buah benda kenyal yang melambai-lambai indah seiring dengan gerakan naik turun tubuhnya. Dengan liar Bu Sri menghentak-hentakkan pantatnya, meliuk-liuk di atas tubuhku, seperti seekor ular betina yang tengah membelit mangsanya. Terkadang beliau juga membuat goyangan memutar-mutar pantatnya sehingga jepitan vaginanya terasa mantap. Batang kontolku terasa seperti di pelintir dan dipijit-pijit di dalam lubang kenikmatan itu. Terasa sangat hangat dan nikmat. Ooouuuhhh… Semakin lama gerakan Bu Sri semakin liar tak terkendali.


Menghujam-hujam kejantananku semakin dalam dan mentok sampai dinding terdalam rongga vaginanya. Nafas kami juga semakin memburu, seperti bunyi lokomotif tua yang berjalan dengan sisa-sisa tenaganya. “Oh, Mas Agung…, saya…sudah…nggak kuat…lagi…! Arrrgghhh….!” Bu Sri menjerit nikmat berbarengan dengan muncratnya magma panas dari dalam rahimnya. Beliau mencengkeram kuat-kuat dadaku. Seolah ingin menancapkan kuku-kukunya ke dalam bukit dadaku. “Ooohhh… sebentar lagi Bu! Saya juga sudah mau keluar… ooohhh… yeaahhh….!” Aku juga mempercepat gerakanku. Meskipun Bu Sri terlihat lelah, namun aku masih bisa menopang tubuhnya dan menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah. Beberapa menit kemudian, aku merasakan batang kontolku semakin mengencang dan mulai berdenyut-denyut. Aku segera mempercepat gerakanku. Kuhentak-hentakkan tubuh Bu Sri. Bunyi berkecipak semakin terdengar nyaring. Sampai akhirnya….. “Saya… keluar Bu! Oogghhh…!” aku meregang nikmat bersamaan dengan menyemburnya spermaku di dalam rongga kenikmatan Bu Sri. Seketika tubuhku lemas. Aku sudah tak mampu lagi menopang beban Bu Sri yang berada di atas tubuhku. Beliau ambruk menindih tubuhku sementara batang kejantananku masih tetap menancap di vaginanya yang hangat. Dalam hati aku kagum dengan wanita ini. Beliau telah memberikan pengalaman baru dalam bercinta.

Belum pernah aku merasakan pengalaman senikmat ini dalam berhubungan seks. “Mas Agung memang benar-benar hebat!” kata Bu Sri sambil membelai dan sesekali menciumi bulu-bulu halus di dadaku. “Ibu juga hebat! Belum pernah saya sepuas ini, Bu!” Aku mengecup kening beliau dan membelai-belai rambut dan payudaranya yang terurai panjang. Tak berapa lama kemudian kami pun terlelap saling berpelukan. Entah sudah berapa lama aku terpejam, ketika aku merasakan sesuatu yang merayap di atas perutku. Sesuatu yang hangat dan lembut. Perlahan aku membuka mataku, ternyata Bu Sri tengah asyik menciumi, menjilati dan melumat permukaan kulit perut sixpackku. “Aahhh…, Bu Sri masih pengen nambah lagi?” desahku pelan. Bu Sri tersenyum manja, “Habis…, kontol Mas Agung guede sih! Siapa sih yang gak ketagihan ama kontol segede ini!” “Ah, Bu Sri ini bisa aja!” aku hanya merem melek, menikmati tangan beliau yang bermain main nakal di selangkanganku. Dengan lembut Beliau membelai kejantananku dan mengurut-urutnya dengan jempol dan telunjuknya. Terasa nikmat memang. Bu Sri bertambah antusias ketika batang kontolku mulai membesar dan mengeras. Dan dengan rakus, Bu Sri mulai menjilatinya, melumat dan mengocok kejantananku dengan mulut mungilnya. “Aaahhh…, aaahhh…, enak Bu! Oohhh…!” aku hanya bisa mengerang keenakan. “Hhhhmmm…., Mas Agung mau yang lebih enak lagi?” tanya Bu Sri menggoda. “Emang ada yang lebih nikmat, Bu?” “Coba Mas Agung berdiri!” aku menuruti perintah Bu Sri.

Dengan kondisi tubuhku masih telanjang bulat, aku berdiri di atas ranjang. Sementara itu, Bu Sri yang berlutut di hadapanku tampak memandangi batang kejantananku yang sudah berdiri mengangguk-angguk. Perlahan-lahan Bu Sri meraihnya dan mengocoknya dengan lembut. Kukira beliau akan memasukkan batang kontolku ke dalam mulutnya, tapi ternyata tidak. Beliau ternyata malah menggosok-gosokkan batang kontolku di permukaan buah dadanya yang lembut. “Oohhh…. yaaahhh! Enak banget Bu!” “Ini masih belum seberapa, Mas! Coba Mas Agung rasakan yang ini…” Bu Sri menggeser batang kontolku dan menyelipkannya di antara belahan buah dadanya. “Sekarang, coba ayunkan pantat Mas Agung!” Aku menurut saja. Perlahan-lahan aku mengayunkan pantatku maju dan mundur, sementara Bu Sri menekan-nekan buah dadanya kencang sehingga batang kontolku terasa terjepit-jepit diantara susunya yang kenyal. “Oouuhhh…! Bu Sri memang benar-benar pandai memanjakan pria! Ini benar-benar luar biasa, Bu!” aku mendesah-desah nikmat. Susu Bu Sri yang menekan-nekan kontolku membuat diriku serasa melayang. Lama juga kami melakukan foreplay ini. Sampai akhirnya Bu Sri memintaku untuk segera menuntaskan permainan itu. “Aahhh…, Mas Agung! Ibu sudah kepengen banget nih!” rengek bu Sri. Beliau melepaskan jepitan susunya dan kemudian mengambil posisi seperti orang sedang menungging. Meskipun aku masih belum begitu pengalaman, namun aku sudah pernah melihat posisi seperti itu dalam film porno. Perlahan-lahan aku membimbing kejantananku yang sudah berdiri keras ke arah lubang kewanitaan Bu Sri yang menganga dari belakan. Bu Sri tampak menggigit bibir sendiri ketika aku mulai menggesek-gesekkan ujung penisku di bibir vaginanya. “Ooouhhh…, ooohhh…! Cepetan masukin dong Mas!” rengek Bu Sri. Pelan-pelan kutusukkan ujung kejantananku ke arah vagina bu Sri yang memerah. “Aahhhh…!” aku melenguh nikmat. Agen Domino99

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi Bu Sri masih memiliki memek yang seret lagi keset. Jepitannya masih terasa kuat, seolah-olah ingin meremukkan batang kontolku. Terlebih ketika seluruh batang kontolku tertanam dan terhisap di dalam rongga memeknya. Sesaat aku membiarkan kontolku tertancap. Kemudian, pelan tapi pasti aku mulai mengayunkan pantatku maju-mundur. “Aaaahhhh…, yeaahhh….! Sodokanmu mantep banget Mas Agung, Ooohhh…!” Bu Sri mengoceh tak karuan. Ah-uh-ah-uh, oh-yeh-oh-yeh! Beliau juga hanya bisa meremas-remas seprei kusut itu saat gerakanku mulai cepat. Lama juga kami bermain dalam posisi doggy itu, sampai akhirnya Bu Sri terlihat sangat lelah. “Aduh…, Oouhhh… kita istirahat dulu ya sayang! Ooohhh…!” Aku mencabut penisku, sedangkan Bu Sri terguling ke samping dan terkapar dengan tubuh bersimbah keringat. Buah dadanya yang montok tampak naik turun seiring dengan deru nafasnya yang terengah-engah. Setelah mengatur nafas beberapa saat, aku pun mulai melanjutkan aksiku. Kubentangkan kaki Bu Sri ke samping lebar-lebar, kuangkat kaki kanannya dan kuletakkan di atas bahuku. Perlahan-lahan kutarik pinggang Bu Sri dan kuarahkan batang kontolku menuju liang surgawinya yang menganga, dan sleeeep…! Kembali kejantananku tertanam dalam lobang hangat itu. “Aduuhh…, pelan-pelan dong sayang!” rintih Bu Sri. Kembali aku ayunkan pantatku perlahan-lahan namun pasti. Bu Sri yang berada di bawahku tampak kelojotan menikmati aksiku ini. Terlebih ketika aku membercepat ayunanku dan menekan kuat-kuat batang kontolku ke dalam rahimnya.

Beliau hanya bisa mengerang nikmat sambil mencengkram kuat-kuat otot-otot lengan dan dadaku. Sambil terus bergerak maju mundur, sesekali aku meremas-remas, menjilat, dan menciumi buah dadanya. “Iyaah…aaghhh! Terus sayang…yahhh…yaahh…oouugghhh….!” Bu Sri mengoceh tak karuan. Namun aku tidak menghiraukannya. Aku terus memompa tubuh seksinya dengan gerakan mengorek-ngorek lubang nikmat itu. Semakin lama gerakanku semakin liar. “Ooohh…, Mas! Saya sudah nggak sanggup lagi…., Ooohhh…., saya mau keluarrr….!” Aku merasakan dinding-dinding vagina Bu Sri mengerut dan berdenyut-denyut, mencengkeram dan meremas-remas batang kontolku dari dalam. Semakin lama kedutan vagina Bu Sri semakin cepat, hal yang sama juga terjadi padaku. Batang kontolku sudah terasa ngilu dan berdenyut-denyut. Sampai akhirnya….. “Aaarrggghhh….! Aku keluar lagi Mas!” Bu Sri menjerit puas. Aku semakin mempercepat gerakanku, mengoyak-ngoyak isi vagina Bu Sri. Namun sebelum spermaku keluar, aku segera mencabut penisku. Sambil mengocoknya dengan tanganku, aku menyodorkan batang kontolku ke bibir Bu Sri yang terbuka. Aku semakin mempercepat kocokan tanganku sampai akhirnya…. “Aaaaggghh….aaaghh….aaaghhh…!” Crot…crot…croottt! Cairan putih kental muncrat beberapa kali ke mulut Bu Sri. Tanpa rasa jijik beliau menelan habis spermaku, kemudian menjilati sisanya yang masih menempel di batang kontolku. Seketika tubuhku lemas, tulang-tulangku seolah rontok. Dan aku pun terkapar di sisi Bu Sri. “Oh, Mas Agung benar-benar perkasa! Terima kasih ya Mas!” aku memeluk tubuh Bu Sri dan mencium keningnya. Beliau tampak tersenyum puas sambil meletakkan kepalanya di atas dadaku dan mengusap-usap bulu-bulu halus di atasnya. “Kalau saya berhasil jadi Pegawai Negeri, Bu Sri mau minta apa?” tanyaku kemudian.


Bu Sri bangkit dan duduk bersimpuh di sampingku. “Saya tidak minta apa-apa kok, Mas!” beliau tersenyum, “Mas Agung tidak perlu membelikan saya apapun! Saya cuma minta ini…..” Bu Sri meraih penisku yang terkulai tak berdaya. Kemudian mengurut-urutnya dengan jemarinya yang lentik. “Maksud Bu Sri?” tanyaku tidak mengerti. “Kalau Mas Agung berhasil jadi PNS, saya cuma ingin Mas Agung mengunjungi saya setiap seminggu dua sampai tiga kali, memberi saya jatah untuk dient*t pakai punya Mas Agung yang besar dan panjang ini…..” lanjut beliau sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih lengket di batang kontolku. “Ah, kalau itu sih gampang! Dengan senang hati saya akan selalu siap melayani Ibu!” Mendengar jawabanku Bu Sri kegirangan. Dan beliau kembali menggugah birahiku dengan memberikan kuluman dan kocokan di batang kontolku. Beberapa minggu kemudian akhirnya aku benar-benar lolos menjadi PNS. Dan setelah dilaksanakan pelantikan, aku memenuhi janjiku kepada Bu Sri. Setiap kali ada kesempatan, aku selalu berkunjung ke tempat Bu Sri. Tentu saja untuk memberinya kepuasan. Dan selama berhubungan dengannya, beliau masih saja mengakui kejantananku dalam bermain cinta.

Kamis, 09 Juli 2020

Membantu ML Dengan Istri Kawanku Yang Tidak Bisa Ngentot

Cerita Dewasa - Aku mempunyai sahabat sedari kecil, kami tumbuh bersama, kenakalan kecil, belajar mabuk, melamar pekerjaan, bahkan main cewek pun kami berangkat bersama. Hengky memang ganteng dan lumayan playboy. Yang aku tahu pasti, dia termasuk hiper. Two in one selalu menjadi menu wajib kalo kami mampir ke jl Mayjen Sungkono, Surabaya.



Dia juga mempunyai banyak teman mahasiswi yang ‘siap pakai’ dan lucunya dia sering menawari aku bercinta dengan gadis mahasiswinya di depan hidungnya. Terkadang dia mengajak threesome. Aku sih ok ok saja, why not… enak kok. Dan lagi, ketika itu aku cuma karyawan swasta yang bergaji kecil, sedang Hengky sudah memiliki usaha sendiri yang cukup sukses.

Sayang sekali di umur 35, sahabatku ini mengalami kecelakaan yang membuat dia terpaksa menggunakan kursi roda. Padahal dia baru 2 tahun menikah dan dikaruniai satu anak laki-laki yang cukup lucu.

Peristiwa ini benar-benar membanting dirinya, untunglah Widya adalah istri yang setia dan selalu memompa semangat hidupnya agar Hengky tidak menyerah. Sebagai sahabat, aku pun tak bosan-bosannya menghibur agar dia mau mencoba mengikuti terapi.

Seperti biasa, di malam minggu, aku main ke rumahnya, daripada ngluyur nggak karuan, maklum setua ini aku masih membujang.

“Sam, elo masih ingat jaman kita gila dulu? Minimal gue selalu ambil dua cewek, hahaha… dan mereka selalu ampun-ampun kalo gue ajak lembur.” Hengky tersenyum-senyum sendiri. Aku memahami, rupanya Hengky terguncang karena kemampuan sex yang dibanggakannya mendadak tercerabut dari dirinya. “Sam, gue harus sampaikan sesuatu ke elo… kenapa gue selalu bicara tentang sex ke elo. Ehm… gini, gue kesian sama Widya… dia istri yang baik dan setia, tetapi gue tidak mungkin memaksa dia untuk terus menerus mendampingi gue. Dia punya hak untuk bahagia. Dan lagi… Ehh… dan lagi…” Hengky terdiam cukup lama.

“Istriku masih muda, 25 tahun… gue nggak ingin dia nanti menyeleweng. Lebih baik kami berpisah baik-baik, dia bisa mendapatkan suami yang lebih baik.” matanya menerawang. ”Tetapi Widya tetap bersikukuh tidak mau. Baginya menikah cuma sekali dalam hidupnya. Tetapi gue kuatir, Sam… gue kuatir… karena… Ehhh, karena… Widya nafsunya besar. Bisa kamu bayangkan betapa tersiksanya dia. Kami dulu hampir setiap hari bercinta.” Hengky terdiam lagi, lama. “Kemarin dia bicara: ‘mas, aku nggak akan menyeleweng, karena cintaku sudah absolut. Kalo kamu memaksa untuk berpisah, aku tidak bisa. Memang kalau bicara sex, sangat berat bagiku. Tapi kita bisa mencoba pakai tangan kan, mas? Mas bisa puasin pakai tangan mas, pake lidah juga masih bisa… kita coba dulu, mas…’”

”Kami mencobanya, tetapi karena lumpuhku, jari dan lidahku tidak bisa maksimal, dan dia tidak mampu orgasme. Sempat juga pakai dildo. Itu pun juga gagal. Ini lebih disebabkan posisi tubuhku yang tidak mendukung. Akhirnya aku mengatakan bahwa bagaimana kalau kamu mencoba pakai cowok beneran. Kita bisa pakai gigolo, asal kamu bercinta di depanku, jangan di belakangku. Aku bilang bahwa ini hanya murni untuk menyenangkan dirinya. Kamu tahu… istriku hanya menangis, dalam hatinya sebenarnya dia mungkin mau, tapi entahlah…” Hengky sudah pasrah.


”Hhh… sebenarnya aku mau minta tolong kamu… pertama, kamu temanku, sudah seperti saudara sendiri, kamu belum menikah, kamu sekarang juga sudah nggak segila dulu… mungkin udah berhenti ya? Jadi aku minta tolong… bener-bener minta tolong… puaskan istriku…” kata Hengky, suaranya sedikit tercekat. “No.. no.. no.. nggak, Hen. Aku nggak mau. Maaf, aku gak bisa bantu yang seperti itu. Widya wanita baik-baik, aku melihatnya seperti malaikat. Dan aku sungguh menghormatinya. Sorry, aku pulang dulu, Hen… tolong pembicaraan ini jangan diteruskan.” aku menghindar. Widya adalah wanita sempurna, cantik, hatinya lembut, setia ke suami, tidak neko-neko, dan tubuhnya benar-benar sempurna. Hengky benar-benar sinting kalo aku diminta meniduri istrinya.

Tiga minggu kemudian, pagi-pagi aku mampir lagi ke rumahnya, aku pikir dia sudah tidak mau membicarakan itu lagi, ternyata aku salah. Kali ini dia memintaku sambil memohon, bahkan matanya berkaca-kaca. “Sam, please, bantu aku, kamu tidak kasihan lihat istriku? Kami sudah sepakat kalau kamu dan dia tidak perlu ML. Mungkin memuaskan dengan tangan atau lidah?”

Aku sungguh tidak setuju dengan rencananya, tapi melihat permintaannya, hatiku trenyuh. “Ok, Sam, aku coba bantu, tapi aku perlu bicara dulu dengan Widya…”

“Bicaralah dengannya, dia ada di beranda belakang, bicaralah…” desak Hengky.

Perlahan aku melangkah ke bagian belakang rumahnya yang besar, aku lihat Widya sedang menyirami bunga, sinar matahari pagi turut menyinari wajahnya yang lembut, kimononya yang berwarna merah kontras sekali dengan kulitnya yang putih bersih, sungguh anggun… Mungkin Hengky sudah memberi tahu karena dia seperti sudah menunggu kedatanganku.

“Hai, Wid… mana si kecil Herto, masih tidur ya?” tanyaku basa-basi.

“Hai, mas. Iya, Herto masih bobok… tumben datang pagi begini, udah sarapan belum?” Widya tersenyum lembut. Wajahnya hanya ber make-up tipis, begitu sempurna.

”Mmm, udah kok… Uum, aku bantu potongin anggrek ya? Dulu aku suka bantu ibuku merawat anggrek… ah, ini sepertinya kepanjangan, Wid… coba deh dipotong lebih pendek lagi, supaya lebih cepat berbunga.” kataku sok serius.

“Mas, aku sangat mencintai mas Hengky. Aku pun tahu dia sungguh mencintaiku. Dia adalah suami yang pertama dan terakhir…” suaranya tercekat, wajahnya menunduk. Tak kusangka Widya bicara langsung ke pokok persoalan. Ini lebih baik, karena semakin lama disini, aku semakin canggung.

“Aku sungguh berharap, mas Samuel tidak menganggapku wanita murahan. Mas Hengky bilang bahwa kalau melihat aku bahagia maka dia juga bahagia. Jadi nanti apa yang kita lakukan harus masih dalam koridor saling menghormati ya, mas…” kini matanya berkaca-kaca.


“Wid, aku ikuti apa maumu, kalau nanti kamu minta berhenti, aku berhenti. No hurt feeling… jangan kuatir aku tersinggung, kamu adalah wanita yang paling aku hormati setelah ibuku. Aku… aku akan memperlakukanmu dengan terhormat.“ bisikku.

Perlahan Widya menarik tanganku menuju lantai dua, mungkin ini kamar tamu. Interior kamar sungguh nyaman, warna warna soft mendominasi, mulai dari warna bedcover, bantal dan gorden terkomposisi dengan baik, benar-benar mendapat sentuhan wanita.

“Ummm… bagaimana dengan Hengky, dia pernah bilang kalo harus sepengetahuan dia.” tanyaku kuatir, aku tidak mau dituduh mengkhianati sahabat sendiri.

“Mas Hengky nanti datang setelah dia rasa kita ada hubungan chemistry yang lebih jauh. Aku juga keberatan kalo mas menyentuhku di depan mas Hengky terlalu terus terang. Aku tidak mau hatinya sakit. Dan ditahap awal ini aku sungguh berharap kita tidak terlalu jauh. Mungkin aku belum terlalu siap… dan maaf kalo tiba-tiba aku minta berhenti, mas ngerti kan perasaanku?” Widya berkata dengan wajah menunduk. Tangannya terlihat gemetar ketika perlahan-lahan membuka bedcover. Aku hanya mengangguk tanpa bicara.

Lalu Widya berjalan menuju meja rias, membelakangiku, perlahan dilepas cincin kawin di jarinya, “Aku tidak bisa bercinta dengan orang lain dengan tetap memakai cincin ini…” katanya berbisik.

“Maafkan aku, Wid… aku akan memperlakukan kamu dengan baik.” bisikku dalam hati.

Perlahan dia berbalik menghadapku sambil membuka gaunnya, ternyata di balik kimononya, Rini hanya memakai lingerie warna pink, G string plus stocking putih berenda. “ Aku tidak mau sembarangan untuk memulainya. Ini aku pakai juga untuk menghormati mas Samuel.” Widya berjalan perlahan ke arahku. Aku hanya bisa menahan nafas, dadaku sesak bergemuruh, rasanya sulit untuk bernafas, rasanya aku tidak akan bisa menyentuhnya, dia terlalu indah, Widya terlalu indah untukku… kakiku lemas.

Dengan perlahan Widya membuka kancing bajuku, sedikit mengelus dadaku yang berbulu, wajahnya masih menunduk. Tanganku menyentuh rambutnya lembut, kemudian aku cium perlahan keningnya. Dengan bertelanjang dada, tanpa melepas celana panjangku, kutuntun Widya ke tempat tidur. Aku peluk lembut, aku ciumi keningnya berulang kali. Turun ke pelipis, lama aku cium di situ. Aku harus membuatnya rileks.

Matanya yang indah tampak berkaca-kaca. Hembusan nafasnya masih memburu, bergetar. Aku mengerti, Widya masih belum siap.

Aku bisikkan kata-kata lembut ke telinganya, ”Wid, kamu santai saja, aku nggak akan menyentuh yang nggak semestinya kok. Jangan kuatir, kita tidak terlalu jauh, ini hanya semacam perkenalan saja. Ok?“

Widya mengangguk sambil memejamkan matanya, mencoba menghayati.


Kemudian bibirku menyentuh pipinya, harum Kenzo di lehernya, menuntunku ke arah sana. Lehernya sungguh indah, bibirku menyelusuri leher jenjangnya sambil sekilas menciumi belakang telinganya.

“Ahhhhhh… mas… ahhhh…” nafasnya dihembuskan panjang, rupanya tadi dia terlalu tegang. Aku tetap mencium, tidak beranjak dari sekitaran pipi, kening, leher dan telinga. Sengaja tidak kucium bibirnya, takut membuat moodnya jadi hilang. Tetapi ternyata Widya sendiri yang mencari bibirku, dan mencium lembut perlahan. Badanku merasa meremang.

Kemudian kami berpandangan dekat, matanya lekat menghunjam mataku, seperti mencari kepercayaan disitu. Ini adalah titik kritis, berhenti atau lanjut… Perlahan, Widya memejamkan matanya, bibirnya sedikit terbuka, aku mengerti kalau ini semua bisa berlanjut lebih jauh. Kucium lama dan lembut bibirnya yang indah itu. Perlahan bibirku turun ke leher, sedikit ke bawah. Turun… turun ke belahan dadanya yang ranum. Wanginya sungguh memabukkan. Widya hanya melenguh pelan, “Eehhhhh… mas…”

Tanganku mulai mengelus pahanya, aku gosok perlahan, tanganku berhenti ketika jemari Widya menyentuh tanganku. Ah, mungkin aku terlalu jauh… ternyata jemari Widya menggosok permukaan lenganku. Kulanjutkan lagi gosokan tanganku ke pangkal pahanya.

Kusentuh miss V-nya yang hangat. Aku tidak membuat gerakan yang tiba- tiba, semua harus mengalir lembut. Cukup lama jemariku menyentuh bulu- bulunya. Bibirnya terasa dingin, Widya sudah mulai terangsang… sambil masih mencium lembut bibirnya, jemariku mulai menyentuh klitorisnya. Begitu tersentuh, Widya langsung merintih, nafasnya memburu.

”Mas… uffff, mas… fiiuhhh…” cepat sekali vaginanya basah. Aku memahami, mungkin sudah satu tahun Widya tidak disentuh Hengky.

Bibirku perlahan mulai mencium dari belahan dada menuju bukit indahnya. Belum pernah kulihat payudara seranum ini. Lidahku menari-nari di ujung putingnya yang merah muda. Aku sentuh dengan ujung lidah, kemudian sedikit aku sedot, lalu aku lepas lagi, begitu berulang-ulang. Nikmat sekali.

Aku lirik wajah Widya, sudah merah padam, nafasnya tersengal-sengal. “Geliii… aaahhhh… geli, mas… jangan lama-lama… geliii… aduuuuhhh…” rintihnya.

Sengaja aku teruskan jilatanku, dengan sedikit mengeluarkan erangan, agar Widya mengerti kalo aku sendiri juga super terangsang. Eranganku dengan erangannya kini bersahut-sahutan. Kepala Widya bolak-balik terbangun, mungkin karena dia tidak tahan dengan gelinya. Jemariku bertambah cepat menggosok klitorisnya. Tiba-tiba jemari Widya meremas rambutku dan kedua tangannya pun menekan kepalaku, sehingga aku sulit bernafas karena terbenam di buah dadanya. Pinggul Widya terangkat tinggi sambil merintih panjang.

“Masssssss… ahhhhh…” wanita cantik itu Orgasme!

Pinggulnya kembali terhempas ke tempat tidur yang langsung terayun-ayun, badannya melemas, tangannya lunglai ke bawah, sambil berkali-kali menelan ludahnya Widya mulai menangis memalingkan wajahnya. BandarQ

Aku ciumi lembut kepalanya, kucium air matanya di pipi, kemudian kucium tipis bibirnya.

Perlahan kepalaku turun ke leher, dada, perut, pusar dan berhenti di bulu-bulu kemaluannya. Lidahku mulai menari di klitorisnya yang super basah. Widya hanya terdiam.

Aku masih sibuk menjilati vaginanya yang wangi. Widya mulai recovery lagi… jemari lentiknya meremas rambutku. Dagunya terangkat ke atas, nafasnya terputus-putus memburu. Perlahan kuturunkan celanaku… bibirku kembali ke atas, mencium pusarnya, mengecup putingnya kemudian menyentuh bibirnya. Mataku beradu dengan matanya. Pandangan mataku bertanya, haruskah kuteruskan…

Widya mengerti kalau batangku tengah menempel di kemaluannya. Perlahan kakinya melingkar ke pahaku. Mata kami tetap berpandangan. Kugesekkan batangku perlahan-lahan, Widya sedikit merintih, bibirnya terbuka.

Kepala batangku mulai menekan, menekan… sedikit masuk, masuk lagi perlahan, lalu kaki Widya menekan pinggulku sehingga batangku lebih dalam masuk. Masuk seluruhnya… badanku meremang, batangku terasa hangat. Mata kami masih beradu pandang… tiba-tiba di sudut matanya muncul air bening yang mengalir perlahan ke pipinya. Widya kembali menangis…

Kembali aku cium lembut bibirnya. Pinggulku tidak langsung aku gerakkan, agar dia merasa nyaman dulu dengan batangku di dalam sana. Lalu perlahan aku mulai gerakkan pinggulku sedikit demi sedikit, pelan-pelan… Widya merintih, ”Mas… aghhhhh…”

Gerakan lebih kupercepat. Aku rasakan batangku masuk sepenuhnya ke dalam vaginanya. Tempat tidur mulai berguncang, bunyi geritan besi tempat tidur mulai keras terdengar.

Tiba-tiba Widya memelukku erat, bibirnya mendekat ke telingaku dan berbisik, ”Kok besar sekali, mas? Terima kasih… nikmat sekali, mas… ooohhh… nikmat!”

Widya kini lebih agresif menciumku, lidahnya mulai berani masuk ke mulutku. Tubuh kami berguling, kini dia di atasku. Otomatis batangku lebih menghunjam ke dalam, posisi ini favoritku karena aku bisa sepenuhnya melihat kecantikannya, melihat lekuk tubuhnya, meremas dada dan pinggulnya lebih leluasa.

Gerakan tubuh Widya mulai liar, wajahnya tengadah ke atas dengan mata terpejam. Gerakannya malah lebih cepat dari gerakanku. Tubuhnya mulai menggigil dipenuhi peluh yang mengucur deras di sela belahan buah dadanya, pemandangan ini membuat tubuhnya tampak sensual, kujilati semua peluhnya dengan nikmat. Widya mendekati puncak… sementara aku susah payah bertahan agar tidak ejakulasi duluan.

”Aaaaaa… aaaaaaahhhh… aahh!” dia mulai tidak malu mengeluarkan rintihan dan erangan suaranya lebih keras. Tiba-tiba tubuhnya menghentak keras, lenguhannya memanjang, kemudian tubuhnya lunglai ambruk di tubuhku. Segera kupeluk erat dan kucium lembut keningnya. Aku lega… senang bisa memuaskannya.

”Terima kasih, mas… terima kasih… aku belum pernah merasa nikmat seperti ini, dua kali orgasme.” bisik Widya.

”Aku bisa teruskan kalo kamu mau, Wid.” bisikku sambil menciumi pelipisnya.

”Terima kasih… maybe next time… sekarang giliran mas Samuel, mas belum puas kan?”

Aku tersenyum dan kugelengkan kepalaku. ”No, tidak perlu… itu tidak penting. Kamu bisa menikmati, itu lebih penting. Kalau aku turut mencari kepuasan, artinya aku tidak menghargai kamu. Semua ini untuk kamu, Wid… hanya untuk kamu.” dalam hati kumaki-maki diriku, mengapa aku sok suci. Tetapi tak bisa kumaafkan diriku kalau aku ikut menikmati kesempatan emas ini, Widya bersedia bercinta denganku artinya dia sudah menghempaskan semua harga dirinya dihadapanku. Aku menghargai dan menghormatinya.

”Mas, kamu baik sekali? Sungguh kamu baiiiikk sekali.” Widya memelukku erat lama sekali sampai aku terengah-engah karena kepalaku terbenam di belahan payudaranya. Sebenarnya aku ingin meneruskan dengan melumat dan mengigit gigit putingnya, tapi aku tidak mau merusak suasana syahdu ini.

”Mengapa Hengky tidak kemari, bukankah dia minta kita bercinta di depannya. Aku tidak mau dikatakan mengkhianati teman…”

”Mas Hengky mungkin sudah melihat kita dari tadi, dia ada di ruangan di balik kaca meja rias, itu kaca tembus pandang, mas.” Widya menjelaskan ketika melihat mataku memandang pintu.

”Umm… mas gak bersih-bersih badan? Aku bantu di kamar mandi yuk…“ katanya sambil menarik tanganku.

Kami saling menggosok badan, aku remas lembut buah dadanya dari belakang dan mencium lembut punggungnya. Widya kembali merintih, tubuhnya berbalik kemudian melumat bibirku, benar-benar agresif. Tiba-tiba Widya jongkok dan cepat menggenggam batangku, sedetik kemudian mulutnya mengulum milikku yang makin mengeras penuh.Aku benar-benar tidak menduga Widya melakukan itu. Tindakannya membuat kakiku lumpuh.

”Jangan, Wid… jangan… nanti aku keluar. Aahhh… Wid… sudah… please…” rintihku.

Widya segera berdiri lagi lalu berbalik menghadap shower dinding. Aku mengerti, dia ingin aku masuk dari belakang. Dengan guyuran air hangat, aku masukkan batangku cepat, aku sudah tidak tahan lagi, nafsuku sudah memuncak, Widya pun menggerakkan tubuhnya mengimbangi tusukanku. Sahabatpoker

”Aaahhh… mas… aku… aku… ahhh… aku…” tubuhnya kembali menggeliat dan mengejang, jemarinya kuat meremas tangkai shower, sementara aku benar-benar tidak dapat menguasai diriku. Spermaku yang tertahan dari tadi akhirnya mau tak mau menyembur keluar, masuk jauh ke relung vaginanya.

”Mengapa aku tidak bisa menahannya?” Widya kembali jongkok dan kini membersihkan lelehan spremaku dengan lidahnya. Aduh, aku merasa geli sekali. Dia kocok-kocok lagi agar semua spermaku keluar. Kemudian mengakhirinya dengan sedotan panjang di ujung batangku.


”Ahhh… Widya… kenapa aku harus ejakulasi?”

Selesai bebersih diri dan memakai baju, kami keluar kamar. Rupanya Hengky sudah menunggu di depan TV, dia tersenyum dari kejauhan. Aku merasa jengah, merasa tidak enak. Sementara Widya menunduk dan berjalan ragu ke sebelah suaminya.

Dari kursi rodanya, Hengky memeluk pinggang istrinya. ”Terima kasih, Sam, kamu sahabat yang baik. Aku sudah melihat percintaan kalian tadi. Aku berharap kamu tidak keberatan untuk meneruskan nanti.”

Aku hanya mengangguk pelan. Bisakah aku hanya bertahan murni bercinta tanpa melibatkan perasaan? Aku tidak yakin dengan diriku. Aku tidak yakin nanti tidak jatuh cinta kepada Widya… dan aku yakin Widya pun mempunyai perasaan yang sama. Sorot matanya ketika bercinta tadi menunjukkan itu.

Rabu, 08 Juli 2020

Kepuasan Yang Kudapat Dari Ayahku

Cerita18terbaru - Ngesex Sedarah Kepuasan Yang Kudapat Dari Ayahku Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. 



Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat aku duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjungi nenek yang sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore. Kalau Ayah, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam.

Pulang sekolah, aku mengajak pacarku, Anton, ke rumah. Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme?

Singkat cerita, aku dan Anton sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan ayah selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Anton dengan segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya. “Ah..” kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Dengan segera Anton membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Anton. Kulihat segera sesudah CD Anton lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang. Ngesex Sedarah


Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Penisnya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Anton melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah. “Ah..” kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Anton melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala penisnya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut.

“Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!” Agen Domino99

Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Ternyata Anton naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi. Ngesex Sedarah

“Ton, ayo masukin saja.”

“Sebentar lagi Nitt.”

“Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, please!”


Anton memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. “Bless..” batang itu masuk dengan mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.

Tiba-tiba, “Ah.. aku keluar..” Dicabutnya penisnya dan spermanya berceceran di atas perutku.

“Shit! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah,” rungutku dalam hati.

Tapi aku berpikir, “Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.”

Dugaanku meleset. Anton berpakaian.

“Nit, sorry yah.. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan band, udah agak telat nih,” dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa.

“Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja.”


Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa. 

Kamis, 19 April 2018

Walah, Sperma Ternyata Bisa Jadi Obat Depresi Untuk Wanita! Kok Bisa?


Tips Sex - Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi depresi.Walah, Sperma Ternyata Bisa Jadi Obat Depresi Untuk Wanita! Kok Bisa?
Sebuah studi menemukan air mani pria juga bisa dijadikan obat anti depresi. ‘Air mani membuat Wanita bahagia’. Itulah kesimpulan yang luar biasa dari sebuah penelitian yang membandingkan suasana hati wanita yang menggunakan kondom saat berhubungan seks dengan yang tidak.
“Saya ingin menjelaskan bahwa kami tidak menganjurkan orang menjauhkan diri dari penggunaan kondom,” ujar Gordon Gallup,AGEN DOMINO  psikolog di University of New York, yang memimpin penelitian, seperti dilansir dari Newscientist.
Menurutnya, jelas kehamilan yang tidak diinginkan atau penyakit menular seksual akan lebih besar dampaknya dari pada mengimbangi efek psikologis yang menguntungkan dari air mani.
Dalam penelitian ini, timnya membagi 293 wanita dalam beberapa kategori seberapa sering pasangan mereka memakai kondom, dan tingkat kebahagiaan dinilai dengan menggunakan alat Beck Depression Inventory. Orang-orang dengan skor rendah adalah yang paling bahagia dan skor lebih dari 17 dianggap cukup tertekan.
Hasilnya, wanita dengan pasangan yang tidak pernah menggunakan kondom mencetak angka rata-rata 8, wanita dengan pasangan yang kadang-kadang menggunakan kondom mencetak angka 10,5, yang selalu menggunakan kondom 11,5 dan wanita yang tidak pernah berhubungan seks mencetak angka 13,5.
Dan menurut hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior ini, gejala depresi dan usaha bunuh diri lebih sering terjadi pada wanita yang menggunakan kondom secara teratur dibandingkan dengan yang tidak.

Hasil penelitian yang akan menimbulkan kontroversi ini menunjukkan bahwa wanita yang secara langsung terkena air mani akan lebih jarang merasa tertekan atau depresi. Peneliti berpikir hal ini dikarenakan adanya perubahan suasana hati wanita akibat hormon dalam air mani yang diserap melalui vagina.
Hal ini tidak terlalu mengejutkan, karena air mani mengandung beberapa hormon yang mengubah suasana hati, seperti testosteron, estrogen, hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, AGEN DOMINO prolaktin dan beberapa prostaglandin yang berbeda. Beberapa telah terdeteksi dalam darah wanita sejam setelah terkena air mani.
Banyak orang juga menanyakan apakah seks oral memiliki efek meningkatkan suasana hati yang sama. Menurut Gallup, hal itu bisa saja berlaku pada seks oral, setidaknya beberapa bahan kimia dalam air mani bertindak sama seperti steroid dalam pil KB yang mampu bertahan dari proses pencernaan.
Tapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah terkena air mani melalui oral seks atau anal akan sama pengaruhnya terhadap suasana hati pada pasangan heteroseksual dan homoseksual

5 Tanda Pasanganmu Hebat Saat Di Ranjang


Tips Sex- Sinyal paling sederhana pun, asal kamu bisa membacanya bisa membuat kehidupan seks kamu dan Si Dia semakin memanas… 
Kedalaman laut mungkin bisa di prediksi dan diketahui, tapi siapa yang bisa memprediksi seberapa hebatnya seorang wanita di atas ranjang? Memang sulit untuk mengukurnya….
Jadi petunjuk seperti apa yang bisa kamu AGEN DOMINO cari untuk mengetahui seberapa besar hebatnya dia saat diatas ranjang? mulailah dengan cara berikut ini
Si Dia Mengusulkan Makan Malam 
Biasanya jika wanita diajak pergi makan dia enggan untuk memutuskan akan makan dimana, biasanya mereka akan menjawab “Hmmm… terserah kamu”. Nah, POple kamu harus hati-hati dengan jawaban tersebut, karena kalimat tersebut terlalu pasif. Seorang wanita yang tahu dan berani mengatakan apa yang dia inginkan, sekalipun hanya memberikan jawaban untuk pertanyaan yang sepele, cenderung menguasai apa yang dia lakukan saat di ranjang
Pecinta yang baik punya tanggung jawab atas kesenangan mereka. Mereka harus menyingkirkan segala hal yang membuat kamu harus menebak-nebak. Selera manusia di tempat tidur beragam, seperti selera manusia pada makanan. Beberapa wanita ingin payudaranya digigit, namun ada juga yang ingin diperlakukan lebih lembut.
Namun, di era sekarang wanita tidak malu untuk mengungkapkan keinginannya. Wanita di era sekarang lebih berpengalaman dan menuntut saat bercinta.

Walah, Sperma Ternyata Bisa Jadi Obat Depresi Untuk Wanita! Kok Bisa?

Perhatikan Cara Makannya
Perhatikan bagaimana si Dia memakan makanannya. Kamu bisa perhatikan cara dia memegang garpu dan sendok. Apakah dia menikmatinya? Apakah dia sensual? apakah sikapnya tegang? Jika seseorang dengan perlahan, kemungkinan dia ingin bercinta dalam jangka waktu yang lama.
Perhatikan Rasa Es Krim Favoritnya
POple, kamu bsa menemukan pasangan yang AGEN DOMINO cocok dengan membedakan selera rasa es krim loh. Seorang peneliti dari Chicago mengatakan cita rasa es krim favorit bisa menjadi pembanding kepribadian. Untuk pecinta es krim kopi memiliki kepribadian dramatis, menggoda dan genit. Untik pecinta es krim stawberry adalah sosok orang yang romantis.
Untuk pecinta vanilla sosok yang ekspresif dan penyuka gadget, wanita penyuka rasa vanilla cocok dengan pria penggemar es krim cokelat.
Gaya Bicaranya Seperti Anda
Gerak gerik dan perilaku nonverbal seorang wanita sesuai dengan kamu, kemungkinan perilaku seksualnya yang juga nonverbal akan cocok dengan kamu. Jika si Dia terlihat lambat saat bergerak dan kamu adalah orang yang mudah gelisah, kemungkinan kamu dan dia memiliki irama seksual yang berbeda.
Dia Tahu Kemampuan Bibirnya
Cara kamu menicum, akan mengatakan banyak tentang bagaimana cara kamu bercinta. Jika si dia menggunakan tangannya untuk menyentuh atau meremas kamu, dan menekan payudaranya ke tubuh kamu, kemudia mengerang dia merupakan pecinta yang hebat

5 Posisi Bercinta Idaman Wanita


Tips Sex-Ternyata wanita memiliki posisi dambaan mereka sendiri. Agar dapat memberikan sensasi yang lebih menyenangkan, coba Anda gunakan lima posisi bercinta dambaan para wanita berikut ini…
Reverse Cowgirl
Posisi ini adalah bagian paling disukai oleh wanita. Si Dia duduk diatas dan membelakangi Anda. Posisi seks ini juga membuat Anda dapat membelai rambutnya dan mencium lehernya.
Ride it My Pony
Salah satu fantasi seks ini adalah untuk AGEN DOMINO sesi bercinta yang kasar. Biarkan si Dia merangkak di lantai atau menempatkan lutut di tepi ranjang. Minta si Dia untuk mengikat rambutnya seperti kuda. Anda bisa memainkan rambutnya dan rasakan rangsangan yang berbeda.

5 Tanda Pasanganmu Hebat Saat Di Ranjang

Balet
Posisi gaya berdiri atau bersandar pada dinding. Minta si DIa untuk mengangkat satu kakinya. Posisi ini menjadi gaya bercinta paling digilai oleh para wanita. Posisi ini dapat menghidupkan sensasi bercinta dari si Dia.

Speed Bump
Posisi ini adalah variasi dari Doggy style. Minta si Dia untuk membungkuk dengan tumpuan bantal. Anda akan bebas menerkamnya dari belakang dan bergerilya menyentuh G-Spot si Dia.
This Squat
Biarkan si Dia untuk duduk di badan Anda. AGEN DOMINO Yup, that’s it, nikmati setiap gerakan naik turun yang dia berikan. Anda bisa memberikan sensasi dengan menyentuh pinggang atau pun payudaranya.
Agen Domino99
Agen Domino99
Agen Domino99